Banjir Susulan Kembali Terjadi di Padang, Masyarakat Diimbau tak Dekati Aliran Sungai
Banjir susulan di Padang, warga diimbau jauhi aliran sungai saat hujan deras. Curah hujan tinggi picu risiko banjir dan longsor. Waspada!
(Bisnis.Com) 16/12/25 07:33 74037
Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, melaporkan kondisi banjir susulan yang terjadi di wilayah itu patut untuk diwaspadai dan kepada masyarakat diimbau tidak mendekati daerah aliran sungai.
Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan kondisi curah hujan di Padang yang tergolong cukup tinggi membuat kondisi daerah aliran sungai kembali terendam banjir. Seperti halnya Minggu (14/12) kemarin, terdapat sejumlah warga yang terjebak banjir di Batu Busuak, Kecamatan Pauh, dan beruntung telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati dahulu daerah aliran sungai, terlebih di saat hujan mulai turun. Karena banjir susulan masih terjadi apabila hujan turun dengan intensitas yang cukup tinggi,” katanya, Senin (15/12/2025).
Hendri menyebutkan dari kondisi yang terjadi ini, berdasarkan data Statistik Indonesia 2025 yang dilansir Badan Pusat Statistik, daerah dengan curah hujan tertinggi kini tidak lagi dipegang Kota Bogor, melainkan daerah Mimika di Papua Tengah.
Sedangkan Kota Padang berada di peringkat kedelapan dengan curah hujan 4.760,1 mm/tahun, sehingga tidak dapat dipungkiri akibat tingginya curah hujan di Padang, kota bengkuang ini mengalami bencana banjir bandang dan longsor pada 28 November 2025 kemarin.
"Iya, berdasarkan data statistik, Kota Padang termasuk kota dengan curah hujan tinggi di tahun ini," tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan data Pos Curah Hujan (PCH) Gunung Sarik, Kota Padang, curah hujan di Kota Padang cukup tinggi setiap harinya. Rata-rata curah hujan turun sejak beberapa hari ini yakni 199 mm/hari.
"Tentunya angka ini menjadi pengingat penting bagi kita semua," sambungnya.
Berdasarkan data BPS, empat daerah di Sumatra cukup tinggi curah hujannya di tahun 2025 ini. Kabupaten Padang Pariaman berada di urutan kedua dengan curah hujan 5.745,7 mm/tahun. Kemudian Tapanuli Tengah, Sumatra Utara berada di peringkat ketujuh dengan curah hujan 4.760,1 mm/tahun. Sementara Nagan Raya di Aceh di peringkat kesepuluh dengan curah hujan 4.404,7 mm/tahun.
Kemudian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Balai Besar Wilayah I mengeluarkan peringatan dini cuaca dan iklim Provinsi Sumbar untuk periode Dasarian II Desember 2025.
Di dalam surat dengan Nomor: e.B/ME.02.03/1197/KBBI/XII/2025 itu dijelaskan bahwa hingga dasarian I Desember 2025 seluruh zona musim di Sumbar sudah memasuki musim hujan, sehingga terdapat daerah-daerah yang perlu kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan longsor.
Berdasarkan lampiran surat tersebut, pada periode 14-16 Desember, Kota Padang masuk dalam daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan sedang, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan terjadinya bencana banjir.
Terkait peringatan dini BMKG ini, Hendri mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana, warga pun diimbau untuk tidak beraktivitas di daerah aliran sungai.
"Warga Kota Padang diimbau selalu waspada dan tidak beraktivitas di daerah aliran sungai karena cuaca di hulu masih berpotensi hujan,” sebutnya.
Data BPBD mencatat akibat hujan deras yang kembali mengguyur Kota Padang sepanjang Minggu (14/12) kemarin, dua daerah kembali mengalami banjir, yaitu Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo dan Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh.
#banjir-padang #banjir-susulan #aliran-sungai #curah-hujan-tinggi #evakuasi-banjir #bencana-banjir #kota-padang #peringatan-dini #hujan-lebat #bencana-hidrometeorologi #waspada-banjir #daerah-aliran-su