Libur Nataru, ASDP Imbau Penumpang Datang Sesuai Jadwal
ASDP bakal bekerja sama dengan PT Jasa Marga untuk memperbaiki tata kelola sistem tiket.
(Bisnis Tempo) 15/12/25 14:12 73207
DIREKTUR Utama PT ASDP Ferry Indonesia Heru Widodo mengatakan penumpukan kendaraan di pelabuhan utama, seperti Merak dan Bakauheni, merupakan persoalan tahunan yang kerap terjadi saat libur panjang, termasuk saat libur Natal, tahun baru, dan mudik Lebaran.
Menurut dia, kepadatan di akses menuju pelabuhan sebagian besar dipicu oleh rendahnya kedisiplinan pengguna jasa. Banyak kendaraan datang lebih awal, bahkan satu hari sebelum jadwal penyeberangan yang tertera pada tiket. Akibatnya, hal itu memicu antrean panjang di sekitar kawasan pelabuhan.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk datang sesuai dengan tanggal penyeberangan yang tercantum di tiket. Langkah ini penting untuk mengurangi kepadatan di area pelabuhan,” ujar Heru dalam acara media gathering di kantor ASDP, Jakarta, Senin, 15 Desember 2025.
Selain mengedepankan kedisiplinan penumpang, ASDP bekerja sama dengan PT Jasa Marga memperbaiki tata kelola sistem tiket. Ke depan, tiket kendaraan yang akan menyeberang akan terintegrasi dengan pintu keluar jalan tol menuju pelabuhan sehingga arus kendaraan dapat dikendalikan sejak dari jalan tol.
ASDP turut mendorong Jasa Marga menyiapkan sejumlah rest area sebagai titik penyangga guna mengurai kepadatan di sekitar pelabuhan. Untuk periode libur akhir tahun ini, Heru memprediksi lintasan Ketapang-Gilimanuk akan menjadi rute dengan tingkat kepadatan tertinggi.
“Setiap libur Natal dan tahun baru, arus kendaraan menuju Bali biasanya meningkat signifikan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Operasional dan Transformasi ASDP Rio Theodore Natalianto Lasse memprediksi puncak arus penumpang dan kendaraan akan terjadi pada 20-24 Desember 2025. Untuk libur tahun baru, pergerakan tertinggi diperkirakan berlangsung pada 30-31 Desember 2025. Sedangkan arus balik diproyeksikan memuncak pada 2-3 Januari 2026.
Rio mengatakan ASDP telah menyiapkan berbagai fasilitas dan layanan guna memastikan kelancaran penyeberangan selama periode Nataru. Salah satunya mengoperasikan posko siaga di 15 cabang yang mencakup 15 lintasan utama di seluruh Indonesia.
Selain itu, ASDP menambah armada pada lintasan dengan tingkat kepadatan tertinggi. Pada rute Merak-Bakauheni, perusahaan menyiapkan lima kapal tambahan. Sedangkan lintasan Ketapang-Gilimanuk diperkuat dengan enam kapal tambahan.
Pada hari puncak arus libur, kata Rio, daya angkut kendaraan kecil di lintasan Merak-Bakauheni diperkirakan mencapai 31.039 unit per hari. Sementara itu, di lintasan Ketapang-Gilimanuk, kapasitas layanan diproyeksikan mampu menampung hingga 15.215 kendaraan kecil per hari.
Secara keseluruhan, Rio melanjutkan, kinerja angkutan Nataru 2025/2026 diperkirakan mengalami peningkatan dibanding pada tahun sebelumnya. Jumlah perjalanan diproyeksikan tumbuh 5,4 persen, diikuti kenaikan penumpang sebesar 4,3 persen dan kendaraan sebesar 8,9 persen.
Peningkatan paling signifikan diperkirakan terjadi pada kendaraan roda dua yang naik hingga 15,3 persen. Selanjutnya, angkutan truk meningkat 7,4 persen, kendaraan kecil roda empat bertambah 5,9 persen, dan bus sekitar 5 persen.
Berdasarkan proyeksi tersebut, total perjalanan selama periode Nataru diperkirakan mencapai 20.943 trip, dengan jumlah penumpang melampaui 547 ribu orang. Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang diproyeksikan lebih dari 868 ribu unit. Rio menambahkan, kenaikan tersebut terjadi secara merata di 15 lintasan pantauan nasional yang dikelola ASDP.
#asdp #nataru #pelabuhan #kapal-feri #jasa-marga
https://tempo.co/ekonomi/libur-nataru-asdp-imbau-penumpang-datang-sesuai-jadwal-2099078