Profil Marina Budiman, Satu-satunya Perempuan di 10 Orang Terkaya RI

Profil Marina Budiman, Satu-satunya Perempuan di 10 Orang Terkaya RI

Marina Budiman menjadi satu-satunya perempuan di jajaran 10 orang terkaya Indonesia pada Desember 2025, dengan kekayaan tembus Rp 136,7 triliun.

(Kompas.com) 13/12/25 18:39 71777

JAKARTA, KOMPAS.com – Nama Marina Budiman masuk dalam daftar 10 orang terkaya Indonesia versi Forbes edisi Desember 2025. Ia menjadi satu-satunya perempuan yang berhasil menembus jajaran elite konglomerat Tanah Air tahun ini.

Forbes mencatat kekayaan bersih Marina Budiman mencapai 8,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 136,7 triliun. Dengan jumlah tersebut, Marina menempati peringkat kedelapan orang terkaya di Indonesia.

Lonjakan kekayaan Marina tak lepas dari penguatan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan pusat data yang ia dirikan bersama Otto Toto Sugiri. Kinerja saham DCII yang melesat sepanjang tahun mendorong kenaikan nilai aset para pendirinya.

Dalam daftar Forbes Desember 2025, hanya Marina Budiman yang mewakili perempuan di jajaran 10 besar orang terkaya Indonesia. Sembilan nama lainnya diisi oleh pengusaha laki-laki dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, energi, hingga manufaktur.

Profil Marina Budiman

Marina Budiman dikenal sebagai pengusaha di sektor teknologi. Ia merupakan co-founder sekaligus Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk, perusahaan pusat data yang kini menjadi salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Perjalanan Marina di industri teknologi dimulai sejak akhir 1980-an. Ia lahir pada 1961 dan menempuh pendidikan di University of Toronto, Kanada, dengan bidang studi ekonomi dan keuangan.

Karier profesional Marina diawali di Bank Bali pada 1985. Di bank tersebut, ia bekerja bersama Otto Toto Sugiri, sosok yang kemudian menjadi mitra bisnisnya dalam berbagai perusahaan teknologi.

Pada 1989, Marina bergabung dengan perusahaan teknologi informasi Sigma Cipta Caraka. Lima tahun berselang, ia bersama Otto mendirikan Indonet pada 1994, yang dikenal sebagai penyedia layanan internet (internet service provider) pertama di Indonesia.

Langkah besar berikutnya terjadi pada 2011. Marina Budiman, Otto Toto Sugiri, dan Han Arming Hanafia mendirikan PT DCI Indonesia Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang pusat data (data center).

Melansir laman resmi perusahaan, DCII merupakan pusat data Tier-IV pertama di Asia Tenggara. Saat ini, DCII memiliki tiga lokasi utama pusat data, yakni di Cibitung, Karawang, dan Jakarta.

DCII melantai di bursa saham pada 2021 dengan harga penawaran awal Rp 420 per saham. Seiring waktu, nilai saham perusahaan ini melonjak signifikan. Per Jumat (12/12/2025), harga saham DCII tercatat di level Rp 244.800 per saham.

Kenaikan harga saham tersebut turut mendorong kapitalisasi pasar DCII yang kini mencapai sekitar Rp 583 triliun. Lonjakan valuasi inilah yang menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kekayaan Marina Budiman.

Berdasarkan data di laman idx.co.id, Marina Budiman tercatat memiliki 22,51 persen saham DCII. Kepemilikan tersebut merupakan yang terbesar kedua setelah Otto Toto Sugiri.

Masuknya Marina Budiman dalam daftar 10 orang terkaya Indonesia menegaskan perannya sebagai salah satu tokoh penting di industri teknologi dan pusat data nasional, sekaligus mencatatkan namanya sebagai perempuan terkaya di Indonesia saat ini.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

#orang-terkaya #orang-terkaya-indonesia #marina-budiman #perempuan-terkaya-indonesia #saham-dcii

https://money.kompas.com/read/2025/12/13/183951526/profil-marina-budiman-satu-satunya-perempuan-di-10-orang-terkaya-ri