Standard Chartered Andalkan Bisnis Transaksi Perbankan Hadapi Persaingan
Standard Chartered Indonesia fokus pada bisnis transaksi perbankan, terutama pembiayaan perdagangan dan pengelolaan arus kas, untuk menghadapi persaingan bank.
(Bisnis.Com) 16/10/25 21:35 7098
Bisnis.com, JAKARTA - Bank berjaringan global, Standard Chartered Indonesia fokus menggenjot lini bisnis transaksi bank (transaction banking) terutama dari bisnis pembiayaan perdagangan (trade finance) serta pengelolaan arus kas (cash management).
Head of Transaction Banking, Standard Chartered Indonesia, Jenny Tantono, menyatakan terdapat peluang besar dalam pembiayaan di dua lini bisnis transaksi bank tersebut.
“Ini terutama seiring meningkatnya aktivitas perdagangan lintas batas. Fokus kami adalah membantu nasabah mengelola arus kas dengan efisien dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan likuiditas industri perbankan,” ujarnya dalam media briefing, Kamis (16/10).
Dari sisi portofolio, lanjutnya, bisnis dari trade finance menjadi yang terbesar. SCI sudah memfasilitasi berbagai perusahaan global yang bertransaksi di Indonesia. Kinerjanya pun cukup solid.
Dia mencontohkan, trade finance di koridor China mencatat kinerja ciamik dengan pendapatan tumbuh 48% year-on-year (YoY), disertai kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sekitar 30% YoY dan pembiayaan yang melonjak hampir tiga kali lipat.
Jenny menambahkan, sektor manufaktur, processing, rantai pasok dan logistik masih menjadi pendorong utama pertumbuhan trade finance tahun ini.
Selain itu, dengan kehadiran di lebih dari 50 negara, Standard Chartered memanfaatkan jaringan globalnya mendukung perusahaan Indonesia yang berekspansi ke luar negeri, termasuk ke pasar baru seperti Bangladesh, Filipina, Thailand, dan Nigeria.
Inisiatif ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok regional dan mendorong aliran investasi lintas negara.
Di sisi lain, dia bercerita sumber dana pihak ketiga (DPK) SCI pertumbuhannya terutama berasal dari solusi cash management. Hal ini membuat lini bisnis ini cukup krusial.
“Bahkan di segmen ini, lebih dari 60% DPK yang kami hasilkan berasal dari layanan tersebut. Jadi, kami tak khawatir dengan perang harga. Cost of fund bisa kami kelola dengan baik,” kata Jenny.
Dari sisi strategi, Standard Chartered mengedepankan pendekatan konsultatif dan berbasis solusi untuk membedakan perusahaan, dari lebih dari 120 bank yang bersaing di Indonesia.
Standard Chartered tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu nasabah merancang proses keuangan menyeluruh, mulai dari integrasi sistem akuntansi dan pelaporan, hingga tata kelola transaksi lintas negara. Pendekatan ini memperkuat loyalitas nasabah korporasi dan memastikan setiap solusi benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.
Per Agustus 2025, Bank Standard Chartered Indonesia mencatatkan DPK sebesar Rp48,14 triliun.
Giro menyumbang 68% terhadap total DPK, sedangkan total dana murah alias CASA mencapai 83,3%. Jenny menargetkan rasio CASA terjaga paling tidak pada kisaran 60%-70% pada tahun ini.
Adapun, Standard Chartered mencatat pencapaian kuat dalam mendukung pembiayaan inklusif. Bank ini menjadi salah satu bank asing dengan rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (R-PIM) tertinggi di Indonesia, dengan capaian antara 20%–30%, sesuai target yang ditetapkan Bank Indonesia dan OJK.
Pencapaian ini diperoleh melalui kerja sama erat dengan nasabah korporasi yang memiliki jaringan pemasok UMKM, serta melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi produk keuangan yang dilakukan bersama.
Per Agustus 2025, outstanding kredit Standard Chartered Indonesia mencapai Rp30,2 triliun, tumbuh 20,8% secara tahunan. Selama delapan bulan pertama tahun ini, bank membukukan laba bersih Rp724,2 miliar, melesat 93,4% secara tahunan.
Lonjakan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan yang solid. Pendapatan bunga bersih tumbuh 22,7% menjadi Rp2,27 triliun, sedangkan pendapatan non-bunga naik 16,14% menjadi Rp1,66 triliun, dengan kontribusi 42,1% terhadap total pendapatan bank.
#transaction-banking #trade-finance #cash-management #standard-chartered-indonesia #pembiayaan-perdagangan #arus-kas #aktivitas-perdagangan #ketahanan-likuiditas #jaringan-global #rantai-pasok #dana-pi