Keamanan Simpanan Jadi Prioritas Nasabah di Tengah Tekanan Ekonomi
Kemudahan pencairan bunga tabungan juga menjadi indikator penting lainnya.
(Republika) 10/12/25 17:44 68446
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat kini semakin berhati-hati mengelola dana di tengah dinamika ekonomi dan meningkatnya tekanan biaya hidup. Hal ini tecermin dari kecenderungan masyarakat yang lebih memilih instrumen penyimpanan dana yang dinilai aman dan stabil, terutama pada deposito dan tabungan digital.
“Dari survei yang kami lakukan, terlihat jelas bahwa di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, masyarakat semakin menempatkan keamanan dan stabilitas sebagai prioritas utama dalam mengelola dana mereka," ujar Managing Director Ipsos Indonesia, Hanzal Savla, dalam keterangan tertulis (9/12/2025).
"Kemudahan pencairan, baik untuk tabungan maupun deposito, juga menjadi faktor kunci yang memengaruhi keputusan dalam memilih layanan digital,” katanya lagi.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp 100 juta hanya mencapai 4,76 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun lalu (4,89 persen). Penurunan suku bunga acuan BI juga turut memengaruhi keputusan masyarakat untuk menahan penempatan dana pada produk tabungan.
Di sisi lain, tabungan serta deposito tetap menjadi instrumen yang dianggap mampu memberikan perlindungan nilai dana, sekaligus imbal hasil yang lebih stabil. Tren ini juga sejalan dengan hasil riset dalam laporan Ipsos Cost of Living 2025, yang mencatat bahwa hanya 25 persen masyarakat merasa kondisi finansial mereka berada pada kategori doing alright atau dalam kondisi cukup baik. Kondisi inilah yang membuat masyarakat semakin cermat dalam memilih layanan dan platform penyimpanan dana.
Dalam rangka memahami preferensi masyarakat terhadap layanan tabungan dan deposito digital, Ipsos, salah satu perusahaan riset pasar di dunia, merilis survei terbarunya. Hasilnya masyarakat kini semakin memprioritaskan keamanan, stabilitas aplikasi, kemudahan pencairan dana, hingga efisiensi biaya layanan dalam memilih platform tabungan hingga deposito digital. Survei ini melibatkan 300 responden di Indonesia dan menilai persepsi pengguna terhadap sejumlah aplikasi bank digital yang terus berkembang di pasar.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa faktor keamanan dan keuntungan produk tabungan dan deposito juga menjadi pertimbangan utama bagi para responden. Pada kategori produk deposito yang dinilai aman dan menguntungkan, SeaBank unggul dengan 39 persen, diikuti Bank Jago (30 persen), Neobank (29 persen), Allo Bank (19 persen), dan Superbank (15 persen).
Selain deposito, kemudahan pencairan bunga tabungan juga menjadi indikator penting lainnya. SeaBank kembali menjadi pilihan terbesar responden (46 persen) karena kemudahan pencairan bunga harian sehingga memberikan flaksibilitas bagi Nasabah. Disusul oleh Bank Jago (31 persen), Neobank (25 persen), Allo Bank (16 persen), dan Superbank (15 persen).
Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa meningkatnya kesadaran finansial di kalangan masyarakat juga membuat aspek biaya layanan menjadi faktor yang turut diperhatikan. Promo bebas biaya admin misalnya, menjadi salah satu alasan utama dalam memilih layanan perbankan digital. Pada aspek ini, kembali dipimpin oleh SeaBank (47 persen), diikuti oleh Bank Jago (33 persen), Neobank (26 persen), Superbank (15 persen), dan Allo Bank (11 persen).
Performa pada aplikasi bank digital yang stabil (mudah diakses dan jarang eror), dan mudah digunakan untuk aktivitas keuangan harian secara konsisten menjadi faktor yang penting bagi masyarakat. Survei menemukan bahwa mayoritas pengguna bank digital khususnya gen z dan milenial, paling sering menggunakan aplikasi bank digital mereka untuk transfer, top-up e wallet, dan pembayaran QRIS, disusul dengan tabungan, hingga penggunaan produk deposito.
Hansal melihat generasi pengguna yang lebih muda mendorong perubahan preferensi dalam layanan keuangan. "Mereka mengutamakan kepraktisan dan kecepatan, termasuk dalam mengelola tabungan secara digital. Sehingga selain keamanan, platform yang mampu memberikan pengalaman yang lancar dan praktis akan lebih diunggulkan," ujarnya.