Samator (AGII) Bidik Permintaan Gas Industri Panel Surya hingga Baterai EV

Samator (AGII) Bidik Permintaan Gas Industri Panel Surya hingga Baterai EV

PT Samator Gas Tbk. (AGII) berencana memperluas pasar dengan akuisisi pelanggan baru, menambah variasi produk, dan meningkatkan efisiensi operasional melalui teknologi.

(Bisnis.Com) 10/12/25 18:06 68086

Bisnis.com, JAKARTA – Menjelang tahun baru 2026, PT Samator Gas Tbk. (AGII) menyiapkan sejumlah strategi untuk mendongkak kinerja yang relatif lesu sepanjang 9 bulan 2025.

Wakil Direktur Utama Samator Indo Gas Sigit Purwanto menerangkan hingga saat ini, AGII telah mengoperasikan total 60 pabrik dan 103 stasiun pengisian (filling stations) yang tersebar di 29 provinsi di Indonesia. Optimalisasi penggunaan pabrik bakal menjadi salah satu fokus AGII.

Ke depan, AGII berencana untuk meningkatkan pangsa pasar bisnis retail atau gas kemasan melalui aksi akuisisi pelanggan baru. Selain itu, guna memperkuat pangsa pasar, AGII juga berencana melakukan penambahan variasi produk di lokasi stasiun pengisian yang saat ini telah tersedia.

“Yang kedua mempertahankan stabilitas pabrik dan meningkatkan utilisasi plan yang sudah ada,” kata Sigit dalam paparan publik, Rabu (10/12/2025).

Adapun sepanjang periode 2024–2025, AGII telah melakukan sejumlah ekspansi dengan membangun beberapa pabrik baru. Pabrik-pabrik tersebut berlokasi di Batang, pabrik hidrogen Batam, pabrik asetilen di Soffi, pabrikliquefactiondi Batam, dan teranyar pabrik nitrogen Batam.

Selain melakukan pemanfaatan yang optimal terhadap pabrik perseroan, AGII juga berencana untuk meningkatkan efisiensi penjualan dengan mengurangi biayanon-criticaldannon-value added. Selain itu, AGII juga akan lebih memanfaatkan penggunaan teknologi dalam proses bisnisnya.

“Berikutnya adalah melakukanstreamliningproses kunci di kegiatan operasional melalui sentralisasi dan otomatisasi penggunaan teknologi, sepertiauto-invoicing, road optimization, dan lain sebagainya yang sedang kami jalankan saat ini,” katanya.

Memandang ke depan, AGII cukup optimistis terhadap pertumbuhan gas industri. Sigit memprediksi, pertumbuhan bisnis gas industri bakal sejalan dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di beberapa negara di level 6%–7% per tahun hingga 2033.

Selain permintaan terhadap oksigen di sektor medis, AGII juga menilai bakal ada pertumbuhan permintaan gas industri di sektor panel surya (fotovoltaik) hingga baterai kendaraan listrik.

“Kami melihat akan ada pertumbuhan permintaan gas industri di sektor lain seperti fotovoltaik yang sedang cukup berkembang di Indonesia saat ini, baterai dengan adanya program hilirisasi dari pemerintah itu juga memberikan peluang untuk pertumbuhan di gas industri,” katanya.

Adapun sepanjang 9 bulan 2025, AGII membukukan pendapatan Rp2,21 triliun atau naik 3,99% year-on-year (YoY) dari Rp2,12 triliun pada periode yang sama 2024. Kenaikan pendapatan ditopang pertumbuhan pada beberapa segmen usaha.

Pendapatan dari produk gas mencapai Rp2,40 triliun, meningkat 3,35% YoY. Sementara itu, pendapatan jasa dan peralatan tercatat Rp202,51 miliar, naik 3,66% YoY.

Namun, AGII membukukan beban penjualan yang naik menjadi Rp439,19 miliar pada periode ini. Selain itu, beban lainnya juga tercatat senilai Rp4,54 miliar serta beban umum dan administrasi tercatat senilai Rp260,71 miliar.

Dengan kondisi tersebut, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp60,60 miliar, turun dari Rp80,97 miliar pada periode Januari–September 2024.

#gas-industri #samator-gas #agii-strategi #pabrik-samator #stasiun-pengisian #pangsa-pasar-gas #akuisisi-pelanggan #variasi-produk #pabrik-hidrogen #pabrik-asetilen #pabrik-nitrogen #efisiensi-penjuala

https://market.bisnis.com/read/20251210/192/1935796/samator-agii-bidik-permintaan-gas-industri-panel-surya-hingga-baterai-ev