Negosiasi Dagang Mandek, Trump Ancam Kenakan Tarif Baru ke Kanada & India
Trump ancam tarif baru pada produk Kanada & India akibat negosiasi dagang mandek, menargetkan beras dan pupuk untuk melindungi petani AS dari impor murah.
(Bisnis.Com) 09/12/25 13:26 66200
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden AS Donald Trump mengancam tarif baru atas produk pertanian impor, termasuk pupuk asal Kanada dan beras dari India, di tengah mandeknya negosiasi dagang dengan kedua negara tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Trump dalam acara di Gedung Putih yang mengumumkan paket bantuan bernilai miliaran dolar AS bagi para petani domestik. Sejumlah petani menyebut membanjirnya impor murah menyulitkan produk AS untuk bersaing di pasar.
Trump menyatakan pemerintahannya akan menindak dugaan praktik dumping oleh India, khususnya pada komoditas beras yang masuk ke pasar AS. Menurut para petani, impor dari India, Vietnam, dan Thailand telah menekan harga beras domestik.
“Mereka seharusnya tidak melakukan dumping. Saya mendengar itu dari banyak pihak. Ini tidak boleh terjadi,” kata Trump dikutip dari Bloomberg, Selasa (9/12/2025).
India merupakan eksportir beras terbesar dunia dengan proyeksi penjualan sekitar 25 juta ton pada musim ini, terutama ke negara-negara Asia dan Afrika. Harga beras global tertekan sepanjang tahun ini seiring produksi mendekati rekor tertinggi dan pembeli utama seperti Indonesia berupaya membatasi impor.
Data Departemen Pertanian AS (USDA) menunjukkan AS mengekspor lebih banyak beras dibandingkan volume impornya. Adapun impor beras AS sepanjang tahun ini didominasi produk asal Thailand, disusul India.
Adapun, hingga saat ini, Kementerian Perdagangan dan Industri India belum memberikan tanggapan resmi.
Selain beras, Trump juga memberi isyarat akan menargetkan pupuk impor dari Kanada guna mendorong peningkatan produksi dalam negeri.
“Banyak pupuk berasal dari Kanada, dan kami akan menerapkan tarif yang sangat tinggi jika perlu. Inilah cara untuk membangun produksi di dalam negeri,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut muncul di tengah tekanan yang dihadapi Trump untuk menekan lonjakan harga konsumen dan inflasi yang masih persisten.
Kondisi ini memunculkan ketidakpuasan pemilih menjelang pemilu sela (midterm elections) tahun depan, termasuk keluhan dari para petani—basis pendukung setia Trump—yang turut tertekan akibat berbagai faktor pasar, termasuk dampak rezim tarif pemerintahannya sendiri.
Pengenaan tarif terhadap pupuk impor dikhawatirkan kembali membebani petani AS, mengingat biaya input produksi telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kanada merupakan pemasok potash terbesar bagi AS.
Sejauh ini, pengiriman pupuk dari Kanada relatif tidak terdampak berkat pengecualian tarif untuk barang-barang yang tercakup dalam perjanjian dagang Amerika Utara.
Namun, penerapan tarif tambahan berpotensi menambah tekanan yang sebelumnya sudah dirasakan petani akibat hambatan pasokan fosfat, komoditas pupuk penting lainnya yang sebagian besar juga bergantung pada impor.
Pada November lalu, potash dan fosfat dimasukkan dalam daftar mineral kritis AS, sebuah langkah yang diharapkan petani dapat melindungi kelancaran perdagangan global sekaligus mendukung peningkatan produksi domestik.
Sementara itu, Kanada dan India sama-sama tengah mengupayakan perjanjian dagang untuk menstabilkan hubungan dengan AS, meski proses perundingan belum membuahkan kesepakatan.
Trump sebelumnya mengenakan tarif 50% terhadap produk asal India pada Agustus lalu sebagai sanksi atas hambatan perdagangan dan pembelian minyak Rusia oleh negara tersebut.
Tim pejabat AS dijadwalkan berkunjung ke India pekan ini untuk melanjutkan pembicaraan, meski terobosan penurunan tarif diperkirakan belum akan tercapai.
Terhadap Kanada, Trump juga sempat mengancam menaikkan tarif produk Kanada sebesar 10% menyusul iklan provinsi Ontario yang mengkritik agenda perdagangannya.
Kebijakan tersebut berpotensi mendorong tarif atas barang-barang di luar skema USMCA menjadi sebesar 45%. Dalam beberapa hari terakhir, Trump bahkan mengisyaratkan kemungkinan membiarkan perjanjian dagang trilateral AS–Meksiko–Kanada tersebut berakhir.
#berita-negosiasi-dagang #tarif-baru-trump #impor-pertanian-as #dumping-beras-india #ekspor-beras-dunia #pupuk-impor-kanada #harga-beras-global #tarif-pupuk-kanada #inflasi-as #pemilu-sela-as #potash-k