Apindo Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,4 Persen, Ini Syaratnya
Apindo memproyeksikan ekonomi Indonesia 2026 tumbuh 5-5,4%, didukung kebijakan fiskal-moneter, efisiensi usaha, dan peningkatan SDM.
(Bisnis.Com) 09/12/25 01:30 65617
Bisnis.com,JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan ekonomi Indonesia pada tahun depan atau 2026 akan bergerak pada rentang 5% hingga 5,4%, sama dengan target pemerintah.
Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani menyampaikan, kuartal I/2026 akan menjadi periode dengan momentum terkuat, ditopang olehseasonal driversseperti tahun baru, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri, yang diyakini memberikan efek rambatan signifikan pada sektor perdagangan, logistik, akomodasi, pariwisata, dan industri konsumsi.
Meski demikian, Apindo mengingatkan adanya potensi perlambatan (growth deceleration) pada kuartal II dan III menyusul meredanya pengaruh musiman dan jika tidak ada kebijakan pendukung pertumbuhan.
“Telebih di tengah ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik, fragmentasi perdagangan, dan potensipolicy shocksseperti tarif resiprokal,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor DPN Apindo, Senin (8/12/2025).
Untuk itu, Apindo menilai pentingnya memperkuat daya saing industri dan mengantisipasi tekanan eksternal yang dapat mempengaruhi arus perdagangan dan nilai tukar.
Shinta juga menyoroti bahwa sejumlah sektor usaha masih tertinggal dari pertumbuhan nasional, kondisi ini menegaskan perlunya strategi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sementara terkait adanya bencana banjir di wilayah Sumatra, Shinta melihat tidak akan berdampak signifikan terhadap target yang sudah dicanangkan.
Dirinya tidak menampik bahwa sektor UMKM yang terdampak paling berat di wilayah tersebut.
“Dampak konsumsi dari daerah yang bersangkutan mungkin tidak terlalu besar kalau untuk keseluruhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Syarat Tumbuh 5,4 Persen
Pada kesempatan yang sama, Pengurus Bidang Kebijakan Publik Apindo Ajib Hamdani memaparkan setidaknya terdapat enam prasyarat pertumbuhan ekonomi pada 2026 dapat mencapai harapan pemerintah.
Pertama,penciptaan lapangan kerja berkualitas—di samping menjadi janji Prabowo Subianto. Pasalnya saat ini dari Rp1 triliun investasi yang masuk, hanya mampu menyerap 1.200 tenaga kerja.
Jauh lebih sedikit dari periode 10 tahun lalu, ketika dengan investasi yang sama dapat menyerap hingga 4.000 tenaga kerja.
Kedua,bauran kebijakan fiskal–moneter harus dilakukan dengan menekankan stabilitas nasional yang dinamis, pemerataan manfaat pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Ajib memandang memang banyak sekali kebijakan tahun depan dari Kementerian Keuangan yang perlu diapresiasi, tetapi harus kembali hati-hati. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah perlu mendorong peran swasta sebagai mesin penggerak ekonomi.
“Swasta tidak dapat bergerak sendiri, dibutuhkan insentif yang tepat sasaran dari bauran dua kebijakan ini untuk kami dapat lebih mendorong secara akseleratif pertumbuhan ekonomi menuju 5,4% yang ditargetkan oleh pemerintah dan menjadi proyeksi dari Apindo,” jelasnya.
Ketiga, perlu ada peningkatan efisiensi biaya usaha universal harus menjadi agenda struktural utama.Keempat,peningkatan produktivitas dan kualitas SDM harus diakselerasi melalui penguatan link and match antara pendidikan dan kebutuhan industri.
Kelima,pemberdayaan sebagai bagian dari ekosistem rantai pasok industri perlu dipercepat melaluimodel close-loop ecosystem.Terakhir, menjaga kontinuitas partisipasi aktif dunia usaha.
“Bagaimana kami mendorong namanya IndonesiaIncorporated, bahwa pelaku usaha bukan sekedar pelaku, tetapi menjadi partner dan bagian tidak terpisahkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang sesuai dengan orientasi pemerintah,” tutupnya.
#ekonomi-indonesia-2026 #apindo-proyeksi-ekonomi #pertumbuhan-ekonomi-ri #syarat-pertumbuhan-ekonomi #daya-saing-industri #sektor-perdagangan-indonesia #kebijakan-fiskal-moneter #peningkatan-produktivi