Siap-siap ARA, Eksportir Sarang Burung Walet (RLCO) Melantai di BEI Besok!
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) akan IPO di BEI pada 8 Desember 2025 dengan harga Rp168 per saham, mengumpulkan Rp105 miliar untuk modal kerja dan investasi.
(Bisnis.Com) 07/12/25 10:13 63707
Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan eksportir sarang burung walet PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) besok, Senin (8/12/2025).
RLCO menetapkan harga penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp168 per saham. Perseroan melepas sebanyak 625.000.000, dengan demikian dana segar yang dikantongi dalam IPO ini Rp105 miliar.
Mengacu prospektusnya, RLCO akan memanfaatkan seluruh dana yang dihimpun dalam IPO untuk membeli sarang burung walet sebagai modal kerja. Sebesar 56,33% bakal dialokasikan untuk pemenuhan modal kerja RLCO dalam rencana pembelian sarang burung walet.
Sementara itu, sebesar 43,67% bakal dialokasikan kepada PT Realfood Winta Asia (RWA) sebagai penyertaan modal untuk melakukan pembelian sarang burung walet. Abadi Lestari Indonesia menggenggam 93,75% saham RWA.
Perusahaan ini berlokasi di Bojonegoro, Jawa Timur dan telah didirikan sejak 2014. Sejak saat itu, RLCO telah melakukan ekspor terhadap sarang burung walet sebagai lini usaha utamanya. Di pasar internasional, produk RLCO telah menembus pasar China, Hong Kong, hingga AS.
Di sisi operasional, Abadi Lestari Indonesia memiliki kapasitas produksi untuk sarang burung walet mencapai 32 ton per Mei 2025. Selain itu, RLCO juga memiliki kapasitas produksi 5,40 juta unit consumer goods jar, 2,52 juta unit produksi jelly, dan 1,29 juta unit kapasitas produksi powder yang dijalankan oleh anak usaha. Beberapa portofolio perseroan antara lain minuman sarang burung walet, kaldu ayam, suplemen kolagen, dan nutrisi berbasis protein.
“Perseroan tumbuh dari eksportir sarang burung walet menjadi salah satu pemimpin kesehatan konsumen di Indonesia. Menyelaraskan diri dengan perubahan preferensi konsumen dan kebutuhan kesehatan, perseroan bertransformasi dari ekspor bahan mentah menjadi produsen untuk produk Superfood melalui anak usaha,” kata manajemen dalam prospektusnya.
Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Arifin, menilai bahwa RLCO memiliki prospek fundamental yang lebih kuat. Emiten ini bergerak di sektor konsumer dan mencatat perbaikan signifikan pada sisi profitabilitas.
Meski sempat tertekan pada 2024, dia menjelaskan bahwa margin laba bersih RLCO stabil di kisaran 19% sejak 2023 dan diproyeksikan hingga tahun ini.
Menurutnya, struktur permodalan RLCO juga membaik tajam. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) turun dari 1.172% pada 2023 menjadi 880% pada 2024, dan diperkirakan menyusut menjadi 153% pada 2025.
“Jika dikomparasikan dengan emiten sejenis, RLCO masih cukup bagus. Artinya, kami melihat nanti ketika debut IPO juga kemungkinan akan bagus di hari pertama dan kedua,” ujarnya dalam diskusi daring, Jumat (5/12/2025).
#eksportir-sarang-burung #rlco-bei #ipo-rlco #harga-saham-rlco #abadi-lestari-indonesia #sarang-burung-walet #pasar-internasional-rlco #kapasitas-produksi-rlco #produk-superfood-rlco #kesehatan-konsume