Ekonomi Bali Diproyeksi Tumbuh 6,2 Persen di 2026

Ekonomi Bali Diproyeksi Tumbuh 6,2 Persen di 2026

Ekonomi Bali diproyeksi tumbuh 6,2% pada 2026, didukung pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif. Tantangan: pariwisata berkualitas dan digitalisasi.

(Bisnis.Com) 03/12/25 21:45 60042

Bisnis.com, DENPASAR – Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bali pada 2026 di rentang 5,4% - 6,2%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja menjelaskan pada 2025, perekonomian Bali diproyeksikan berada di titik atas 5,0–5,8% dan diperkirakan akan terus meningkat pada 2026 (5,4–6,2%) dan 2027 (5,6–6,4%).

Kinerja tinggi tersebut selain didukung pariwisata, juga didukung oleh sektor unggulan lain yaitu sektor pertanian, ekonomi kreatif, dan investasi. Perekonomian yang kuat juga didukung oleh inflasi yang terkendali dalam sasaran 2,5 +/-1% pada 2025, 2026, dan 2027.

"Capaian tersebut didorong oleh sinergi pengendalian inflasi yang semakin solid dan efektif. Sejalan dengan hal tersebut, intermediasi di Bali juga tetap kuat serta didukung oleh akselerasi transformasi ekonomi digital di Bali," jelas Erwin di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dikutip, Rabu (3/12/2025).

Erwin menyebut di tengah capaian tersebut, masih terdapat tiga tantangan utama perekonomian Bali yaitu bagaimana mengakselerasi terwujudnya pariwisata berkualitas, peningkatan sektor unggulan di luar pariwisata yang semakin besar, dan bagaimana mewujudkan pertumbuhan yang semakin sustainable melalui keuangan inklusif dan digitalisasi.

Ada tiga strategi utama untuk mencapai arah perekonomian 2026 yang selaras dengan transformasi ekonomi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dengan lima jurus strategis Panca Kerthi yaitu memperkuat sektor unggulan di luar sektor pariwisata sebagai new source of economy Bali, mengakselerasi terwujudnya pariwisata yang berkualitas, mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan akses pembiayaan yang lebih inklusif, serta memperluas dan mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran.

Erwin menjelaskan bahwa strategi tersebut membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang solid ”Sinergi Hari Ini Tidak Hanya Merupakan Kunci Bagi Kemajuan Ekonomi Bali, tetapi Juga Merupakan Investasi terhadap Masa Depan Ekonomi Bali dan Bangsa Indonesia”, tutur Erwin.

Sementara itu Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra menjelaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk membangun arah pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan perkembangan global, nasional, dan kebutuhan daerah, berlandaskan prinsip Tri Hita Karana.

Selain itu Sekda Bali menyampaikan pentingnya sinergi untuk membangun perekonomian yang tangguh dan mandiri sesuai Tema PTBI 2025.

"Tangguh berarti perekonomian harus kuat dan memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan. Sementara mandiri berarti menggunakan sumber daya yang dimiliki oleh Bali untuk mengurangi ketergantungan Bali ke wilayah lain. Sinergi mendorong perekonomian Bali diperlukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali tidak hanya tinggi saja, namun memiliki ripple down effect kepada masyarakat," kata Dewa Indra.

#bali-ekonomi #pertumbuhan-ekonomi-bali #ekonomi-bali-2026 #bank-indonesia-bali #pariwisata-bali #sektor-unggulan-bali #inflasi-bali #transformasi-ekonomi-digital #pariwisata-berkualitas #keuangan-inkl

https://bali.bisnis.com/read/20251203/538/1934003/ekonomi-bali-diproyeksi-tumbuh-62-persen-di-2026