Polda Riau Kirim Tim Trauma Healing untuk Korban Banjir Sumatra

Polda Riau Kirim Tim Trauma Healing untuk Korban Banjir Sumatra

Polda Riau kirim tim trauma healing dan bantuan logistik ke Sumatra untuk bantu korban banjir dan longsor Sumatra.

(Bisnis.Com) 03/12/25 12:47 59185

Bisnis.com, PEKANBARU -- Kepolisian Daerah (Polda) Riau kembali mengirimkan dukungan kemanusiaan berupa tim trauma healing, psikolog HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia), serta bantuan logistik tahap II untuk membantu memulihkan kondisi psikologis para korban bencana banjir dan longsor di Sumatra.

Rombongan diberangkatkan dari halaman Mapolda Riau, dipimpin langsung Karoops Polda Riau Kombes Ino Harianto dan diawali dengan doa bersama. Tim ini akan bertugas di Palembayan, wilayah dengan jumlah korban terbanyak pascabencana banjir bandang dan longsor.

“Rombongan ini akan bertugas di Kecamatan Palembayan, salah satu wilayah dengan jumlah korban terbanyak pascalongsor dan banjir bandang,” kata Kombes Ino, Rabu (3/12/2025).

Kombes Ino menegaskan kondisi psikologis penyintas saat ini sangat membutuhkan perhatian khusus. Banyak korban, dari anak-anak hingga lansia, mengalami trauma berat akibat kehilangan anggota keluarga dan hancurnya tempat tinggal.

“Bencana ini meninggalkan luka mendalam. Tim trauma healing kami berangkatkan untuk membantu warga kembali menemukan ketenangan dan menjalani hidup secara normal,” ujarnya.

Tim yang dikirim terdiri dari personel Polda Riau, psikolog HIMPSI, relawan mahasiswa dari UNRI dan UIR, serta akademisi Universitas Airlangga.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini merupakan wujud solidaritas masyarakat Riau bagi korban bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh.

Data sementara menunjukkan jumlah korban meninggal dunia di Kecamatan Palembayan mencapai 141 orang, dengan 110 di antaranya telah teridentifikasi. Sementara itu, 79 orang masih dinyatakan hilang dan proses pencarian terus dilakukan.

“Dengan jumlah korban sebanyak itu, tenaga psikologi memiliki peran yang sangat krusial,” tambahnya.

Selain tim psikologi, Polda Riau juga mengirimkan bantuan logistik yang menjadi kebutuhan mendesak di lokasi terdampak, seperti sembako dan kebutuhan pokok, toilet portabel dari PUPR Riau, serta tandon air bersih untuk desa yang masih terisolasi banjir.

Polda Riau juga menurunkan satu unit buldoser untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor, serta satu unit kontainer pendingin untuk penyimpanan jenazah yang belum teridentifikasi.

“Kebutuhan kontainer pendingin ini mendesak karena banyak jenazah belum dikenali keluarganya. Mereka harus disimpan dengan layak hingga proses identifikasi selesai,” jelas Kombes Ino.

Sejauh ini, tiga alat berat telah dikerahkan lebih dulu oleh Polda Riau untuk mempercepat pembukaan jalur menuju daerah terdampak.

Total 42 personel diberangkatkan dalam misi bantuan tahap kedua ini. Mereka memperkuat tim Polda Riau yang sebelumnya telah berada di Sumatra Barat untuk membantu proses evakuasi, pemulihan psikologis, dan distribusi bantuan ke titik-titik terdampak.

“Ini adalah misi kemanusiaan. Polisi hadir untuk masyarakat, membantu dalam situasi apa pun. Kami ingin pemulihan di Palembayan berlangsung lebih cepat dan menyeluruh,” ungkapnya.

Polda Riau memastikan seluruh bantuan yang dikirim telah sesuai dengan kebutuhan lapangan melalui koordinasi rutin dengan Polda Sumatra Barat.

“Kami bergerak berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Setiap hari, tim menganalisis apa saja yang paling dibutuhkan penyintas,” pungkasnya.

#korban-banjir-sumatra #banjir-sumatra #polda-riau #bantuan-logistik #psikolog-himpsi #bencana-sumatra #palembayan #korban-longsor #dukungan-kemanusiaan #penyintas-trauma #relawan-mahasiswa #universita

https://kabar24.bisnis.com/read/20251203/15/1933799/polda-riau-kirim-tim-trauma-healing-untuk-korban-banjir-sumatra