Laju Pemulihan Emiten Terdampak Boikot Israel: FAST, PZZA, UNVR hingga MAPB

Laju Pemulihan Emiten Terdampak Boikot Israel: FAST, PZZA, UNVR hingga MAPB

Saham FAST, PZZA, UNVR hingga MAPB mulai pulih dari dampak boikot Israel. Kinerja saham mereka meningkat seiring strategi pemulihan dan meredanya konflik.

(Bisnis.Com) 02/12/25 05:05 57311

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten terdampak boikot seperti pengelola jejaring restoran cepat saji KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) hingga PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mulai menatap pemulihan setelah kinerja bisnis mereka tertekan dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi boikot memang berdampak terhadap kinerja sejumlah emiten. Boikot misalnya menyasar produk KFC milik FAST seiring dengan konflik di Timur Tengah. KFC dinilai oleh masyarakat mendukung Israel dan memicu boikot global yang memengaruhi kinerja bisnisnya di Indonesia.

Direktur Fast Food Indonesia Wachjudi Martono mengatakan dampak boikot masih terasa sampai 2025 di beberapa daerah. Akan tetapi, tekanannya sedikit mengendur, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Keadaan mencair, akan tetapi masih ada [dampak boikot]," kata Wachjudi dalam paparan publik pada pekan lalu (28/11/2025).

Seiring dengan aksi boikot, FAST pun mencatatkan kinerja keuangan yang jeblok, hingga merugi. Namun, kini FAST menuju arah pemulihan.

Berdasarkan laporan keuangannya, FAST memang masih membukukan rugi bersih sebesar Rp239,58 miliar per kuartal III/2025. Namun, ruginya itu susut 56,99% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp557,08 miliar.

Wachjudi Martono mengatakan pada keseluruhan tahun ini, FAST pun diproyeksikan masih merugi dengan total Rp329 miliar. Adapun, proyeksi rugi FAST pada 2025 menyusut dibandingkan 2024 sebesar Rp798 miliar. FAST kemudian diproyeksikan mampu meraup untung pada 2026.

"Di dalam forecast kami, kami akan bukukan laba di tahun 2026," kata Wachjudi.

Menurutnya terdapat peluang pemulihan kondisi ekonomi pada 2026 didorong oleh upaya pemerintah, seperti dengan stimulus serta penggunaan dana daerah agar efektif sampai ke masyarakat. Di sisi lain, FAST tetap memandang adanya tantangan yang mengadang pada tahun depan di antaranya penurunan daya beli masyarakat.

Adapun, FAST menyiapkan sejumlah strategi guna meraup kinerja bisnis positif di antaranya mendongkrak kepuasan pelanggan, dominasi yang berfokus pada produk ayam, hingga menambah gerai baru.

FAST pun memang akan mulai bergeliat ekspansi pada tahun depan. FAST menargetkan untuk mengoperasikan 1.000 gerai pada 2030. Wachjudi mengatakan saat ini FAST telah mengoperasikan 687 gerai KFC. Selain itu, ada 8 gerai Taco Bell yang saat ini beroperasi.

Perseroan pun menargetkan penambahan sekitar 300-an gerai sampai 2030 dengan rata-rata penambahan 60 gerai tiap tahunnya.

Emiten pengelola gerai Pizza Hut, PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) juga terkena dampak boikot. Seiring boikot, PZZA pun merugi. Namun, secara perlahan kinerja keuangan pulih.

PZZA mampu berbalik untung pada periode Januari–September 2025. Melansir laporan keuangan, PZZA membukukan peningkatan penjualan 11,17% YoY menjadi Rp2,26 triliun per September 2025. Alhasil, PZZA mampu mencatatkan laba senilai Rp15,91 miliar per kuartal III/2025. Kondisi ini berbalik untung dari posisi kerugian sebesar Rp96,71 miliar pada periode yang sama 2024.

Direktur Utama Sarimelati Kencana Boy Lukito pun menerangkan bahwa pihaknya memprediksi pertumbuhan 2026 pada kisaran lebih besar dari target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,3%.

“Tapi, yang kami sudah lihat berdasarkan pemaparan dari pemerintah, target pertumbuhan ekonomi Indonesia itu di sekitar 5,3% di tahun depan. Maka, walaupun saya tidak bisa memberikan data secara jelasnya tapi target kami adalah terus tumbuh di atas angka target tersebut. Jadi yang jelas di atas 5,3–5,4%,” katanya dalam paparan publik pada beberapa waktu lalu (20/11/2025).

Untuk mencapai target tersebut, PZZA bakal melanjutkan strategi maksimalisasi aset, optimalisasi pengeluaran, peremajaan brand, hingga meningkatkan organisasi.

Salah satu strategi yang telah dijalankan PZZA adalah memaksimalisasi aset, melalui renovasi gerai Pizza Hut. Sepanjang periode Januari–September 2025, PZZA telah melakukan renovasi terhadap 39 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.

Manajemen menerangkan bahwa upaya renovasi gerai dilakukan dalam rangka menyesuaikan kebutuhan outlet dan realisasi pasar di sekitarnya. Dengan begitu, efektivitas kinerja setiap outlet dapat menjadi lebih maksimal. Selain itu, upaya renovasi gerai juga dilakukan perseroan untuk menyesuaikan konsep gerai dengan kebiasaan konsumen.

Emiten terdampak boikot lainnya, UNVR pun telah mencatatkan pertumbuhan laba 10,81% YoY menjadi Rp3,33 triliun per kuartal III/2025, dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp3 triliun.

Berdasarkan laporan keuangannya, UNVR telah membukukan penjualan bersih sebesar Rp27,61 triliun per kuartal III/2025, naik tipis 0,71% yoy, dibandingkan Rp27,41 triliun per kuartal III/2024.

Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap mengatakan UNVR akan tetap fokus pada eksekusi yang disiplin dan penguatan fondasi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Benjie Yap tidak menampik masih ada tekanan terhadap daya beli masyarakat di beberapa segmen penjualan produk perseroan. Hal itu tampak dari segmen penjualan produk kosmetik dan kecantikan yang terkoreksi pada kuartal III/2025.

“Jadi yang penting adalah bagaimana kita menetapkan portofolio yang tepat agar bisa mendukung kebutuhan konsumen ketika tekanan ekonomi menghantam mereka,” katanya dalam paparan publik pada beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, emiten pengelola Starbucks Indonesia, PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB) masih merugi di tengah tekanan boikot. Bahkan, rugi bersih MAPB sepanjang 9 bulan 2025 bengkak menjadi Rp108,69 miliar, dari Rp79,13 miliar pada Januari—September 2024.

Rapor merah itu dibukukan MAPB saat penjualan perusahaan hanya turun tipis. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, penjualan MAPB per kuartal III/2025 mencapai Rp2,35 triliun atau lebih rendah 2,84% YoY dari Rp2,42 triliun per 9 bulan 2024.

Akan tetapi, MAPB tetap optimistis mampu meraup kinerja keuangan yang membaik. MAPB pun masih akan ekspansi.

Direktur Utama MAPB Anthony Valentine Mc Evoy mengungkapkan perseroan menargetkan pembangunan 40 gerai baru Starbucks pada 2025. Lokasi pembangunan gerai baru itu juga tidak terbatas pada kota-kota tier 1, seperti Jabodetabek dan Bali, tetapi juga ke Lombok hingga Batam.

“Tapi seperti yang saya katakan, kami berusaha lebih prudent daripada tahun sebelumnya. Jadi, kami berusaha memastikan capex [capital expenditure] dan biaya kami terkendali,” katanya.

Gerak Saham

Seiring dengan perbaikan kinerja keuangan dan ragam siasat pemulihan, gerak saham emiten-emiten terdampak boikot itu pun kinclong. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham UNVR misalnya naik 38,99% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025 ke level Rp2.620 per lembar pada perdagangan hari ini, Senin (1/12/2025).

Kemudian, harga saham MAPB menguat 35,83% ytd ke level Rp1.630 per lembar. Harga saham FAST juga naik 71,23% ytd ke level Rp500 per lembar. Bahkan, saham PZZA menguat dua kali lipat atau 100% ke level Rp226 per lembar.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta mengatakan penguatan kinerja saham emiten-emiten terdampak boikot itu terjadi seiring dengan aksi boikot yang mulai mereda. Konflik di Timur Tengah yang menyulut aksi boikot pun mulai landai. Selain itu, strategi yang dijalankan sejumlah emiten terdampak boikot seperti UNVR pun diapresiasi pasar.

“Efektivitas strategi penghematan dan optimalisai portofolio yang dilakukan UNVR membuat margin keuntungan tetap terjaga di tengah fluktuasi ekonomi,” kata Nafan kepada Bisnis pada Senin (1/12/2025).

Dia pun merekomendasikan add untuk UNVR dengan target harga saham di level Rp2.930 per lembar. Sementara, untuk PZZA, MAPB, dan FAST dia menyarankan untuk wait and see.

Sebelumnya, Kiwoom Sekuritas belum memberikan rekomendasi terhadap sejumlah emiten terdampak boikot. Meski sentimen boikot tak lagi sekencang tahun lalu, sejumlah tantangan masih dinilai membayangi kinerja emiten hingga akhir tahun.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia menjelaskan bahwa kendati tekanan sentimen boikot mulai mereda, daya beli masyarakat Indonesia yang masih lemah serta minimnya katalis menjadi hambatan utama pemulihan.

“Dahulu, Unilever kita tahunya saham defensif. Sekarang sudah banyak saingannya dan kena boikot pula. Jadi itu sangat terasa,” kata Liza.

Menurut Liza, langkah rebranding menjadi strategi penting bagi emiten untuk memperbaiki citra dan kembali menarik minat konsumen. Dia mencontohkan upaya restrukturisasi kepemilikan dan rebranding di FAST yang kini mendapat dukungan modal dari anak konglomerat Haji Isam.

“Jadi dengan cara-cara rebranding seperti itu, mungkin lebih bisa menarik hati konsumer Indonesia,” tegasnya.

________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#fast-pemulihan #pzza-pemulihan #unvr-pertumbuhan-laba #mapb-ekspansi #boikot-israel #emiten-terdampak-boikot #kfc-indonesia #pizza-hut-indonesia #unilever-indonesia #starbucks-indonesia #saham-fast-na

https://market.bisnis.com/read/20251202/7/1933293/laju-pemulihan-emiten-terdampak-boikot-israel-fast-pzza-unvr-hingga-mapb