Perusahaan Supramu Santosa Targetkan PLTP Muara Laboh Unit 2 Jual Listrik ke PLN Mulai 2027

Perusahaan Supramu Santosa Targetkan PLTP Muara Laboh Unit 2 Jual Listrik ke PLN Mulai 2027

PT Supreme Energy Muara Laboh, didirikan oleh Supramu Santosa, menargetkan PLTP Muara Laboh Unit 2 beroperasi pada 2027.

(Bisnis.Com) 16/10/25 16:01 5699

Bisnis.com, SOLOK SELATAN - PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) yang didirikan oleh Konglomerat Supramu Santosa, secara resmi memulai tahapan pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh Unit 2. Pembangkit ramah lingkungan itu ditargetkan menghasilkan 80 MW. Ekspansi proyek Muara Laboh ditandai dengan acara Tajak Sumur Pertama di dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Liki Pinangawan Muaralaboh, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat.

President Director PT Supreme Energy Muara Laboh, Nisriyanto mengatakan pihaknya menyasar pengeboran 6 – 8 sumur produksi dan sumur injeksi pada tahap awal.

"Pembangunan PLTP Muara Laboh Unit 2 diharapkan akan selesai pada akhir 2027 berdasarkan Amandemen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) / Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero) untuk pengembangan Unit 2 dan Unit 3 yang ditandatangani pada 23 Desember 2024,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (16/10/2025).

Dia menjelaskan, nantinya listrik yang dihasilkan Unit 2 ini akan disalurkan kepada PLN untuk memperkuat jaringan listrik Sumatra. Aksi ini sekaligus meningkatkan bauran energi. Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2 ini juga diklaim akan mengurangi emisi sekitar 460.000 ton CO2 per tahun.

Sebagai informasi, pada Januari 2025, SEML telah menandatangani Perjanjian Pinjaman dengan konsorsium Lembaga Keuangan Pembangunan yang terdiri dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Asian Development Bank, Ltd., Mizuho Bank, Ltd., Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), MUFG Bank, Ltd. dan Hyakugo Bank, Ltd., dengan jaminan dari Nippon Export and Investment Insurance (NEXI).

“Total investasi untuk pengembangan PLTP Muara Laboh Unit 2 ini mencapai US$490 juta,” jelasnya.

Nisriyanto menyebutkan untuk Unit 2 pihaknya menunjuk kontraktor pemboran PT Plumpang Raya Anugerah, serta menunjuk kontraktor EPC, yaitu konsorsium antara Sumitomo Corporation, PT Inti Karya Persada Tehnik dan PT Wasa Mitra Engineering, dengan peralatan utama turbin dan generator yang akan disuplai oleh Fuji Electric.

Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2 berpotensi memberikan kontribusi signifikan melalui pembayaran royalti dan bonus produksi kepada pemerintah daerah. Pembangunan Unit 2 akan menciptakan peluang kerja bagi sekitar 1.500 orang dan menyediakan kesempatan berusaha kepada pengusaha lokal.

“PLTP Muara Laboh mulai beroperasi untuk Unit 1 (sekitar 85 MW) pada 16 Desember 2019 dan saat ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam memasok listrik ke PLN,” ujar dia.

Selain itu, Supreme Energy juga mengembangkan PLTP Rantau Dedap berkapasitas 91.2 MW di Sumatra Selatan yang sudah mencapai COD pada 26 Desember 2021. PLTP Rantau Dedap dikembangkan oleh PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) yang merupakan perusahaan patungan antara PT Supreme Energy Sriwijaya, Marubeni, Tohoku Electric, Inpex Geothermal, Ltd., dan PT Energia Prima Persada.

Melalui PT Supreme Energy Rajabasa (SERB) yang merupakan perusahaan patungan antara PT Supreme Energy, Sumitomo Corporation dan INPEX GEOTHERMAL, LTD., juga sedang mempersiapkan program eksplorasi untuk WKP Gunung Rajabasa yang berlokasi di Wilayah Kabupaten Lampung Selatan Propinsi Lampung. Kegiatan eksplorasi akan dimulai segera setelah negosiasi perpanjangan PJBTL dengan PT PLN (Persero) selesai.

#pltp-muara-laboh #supreme-energy #supramu-santosa #pltp-muara-laboh-unit-2 #energi-panas-bumi #pltp-sumatra-barat #proyek-pltp #pltp-muara-laboh-2027 #pltp-ramah-lingkungan #pengembangan-pltp #pltp-mu

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251016/44/1920936/perusahaan-supramu-santosa-targetkan-pltp-muara-laboh-unit-2-jual-listrik-ke-pln-mulai-2027