Mushi Light Angkat Potensi Jamur Lokal Lewat Camilan Sehat di SMEXPO 2025
Mushi Light, UMKM asal Jawa Barat, mempromosikan camilan sehat berbahan jamur lokal di SMEXPO 2025.
(Bisnis.Com) 30/11/25 14:13 55512
Bisnis.com, JAKARTA - Di ajang SMEXPO 2025, UMKM asal Jawa Barat, Mushi Light, hadir membawa misi mengangkat nilai jamur lokal melalui inovasi camilan sehat. Beragam produk olahan jamur mereka tak hanya menawarkan rasa yang unik, tetapi juga menggambarkan bagaimana komoditas lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Pemilik Mushi Light, Alifa Rahadian, menjelaskan bahwa brand tersebut merupakan hasil rebranding yang mereka lakukan sejak akhir 2021. Meski begitu, usaha olahan jamur ini sebenarnya sudah dimulai jauh lebih awal, yakni pada 2007.
Bisnis ini bermula dari inisiatif sang ibu di Garut, yang melihat banyak jamur tumbuh di halaman rumah. Mereka kemudian mencoba mengolah jamur tersebut dan ternyata hasilnya lezat. Dari percobaan sederhana itu, lahirlah produk keripik jamur, yang kemudian terus dikembangkan hingga menghasilkan berbagai varian olahan jamur lainnya.
“Seiring waktu, variasi camilan jamur kami semakin berkembang. Ada basreng jamur, dan yang terbaru adalah stick jamur. Uniknya, stick ini tidak menggunakan keju, tetapi tetap menghadirkan rasa gurih seperti keju,” ungkapnya saat ditemui di Pertamina SMEXPO 2025 di BXC Mall 2 Bintaro beberapa waktu lalu
Alifa menjelaskan bahwa keunggulan produk Mushi Light terletak pada spesialisasi mereka dalam mengolah jamur menjadi berbagai jenis camilan. Dengan mengikuti tren kuliner yang berkembang, mereka menghadirkan banyak varian tanpa meninggalkan ciri khas rasa jamur yang dominan.
Sebab, komposisinya pun dibuat dengan porsi jamur lebih besar dan tepung yang minim, sehingga cita rasa alaminya tetap menonjol. Secara bahan baku, mereka telah bermitra dengan para petani jamur di sekitar tempat usaha. Ditambah lagi, keluarganya juga membudidayakan jamur tiram di rumah, sehingga membuat kualitas bahannya pun dapat diawasi secara langsung.
“Untuk produk bestseller, biasanya basreng jamur yang paling diminati, terutama varian pedas,” imbuhnya.
Dalam menjalankan strategi penjualan, Alifa mengombinasikan dua kanal sekaligus, yakni offline dan online. Menurutnya, penjualan terbesar masih dari kanal offline, frekuensi transaksi lebih tinggi di online. Di Bandung, mereka juga memiliki toko fisik dan menitipkan produk di sejumlah kafe yang populer di kalangan anak muda.
"Untuk kapasitas produksi, sekarang sudah di 1.000-2.500 pcs," tuturnya.
Selama menjalankan bisnis, Alifa mengatakan tantangan terbesarnya adalah mengedukasi calon pelanggan bahwa produk mereka memiliki nilai berbeda dibanding camilan lain yang beredar di pasaran. Lantaran menggunakan bahan dasar jamur, dia menekankan bahwa produknya lebih sehat dan dapat menjadi alternatif camilan tanpa khawatir mengalami kenaikan berat badan.
Alifa pun mengaku terbantu dengan keikutsertaan Mushi Light sebagai mitra binaan Pertamina dan hadir di SMEXPO 2025. Lewat ajang ini, mereka lebih mudah menjelaskan keunggulan produk kepada konsumen sekaligus memperluas pasar. Dari sebelumnya hanya berjualan online dan di Bandung, kini cakupan penjualan sudah merambah Jabodetabek.
Ke depan, setelah mencoba memperkenalkan produk ke berbagai kota, Alifa menargetkan langkah yang lebih besar, yakni ekspor. Dia berharap rencana tersebut dapat terealisasi pada tahun mendatang. Mushi Light merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.
#jamur-lokal #camilan-sehat #smexpo-2025 #mushi-light #olahan-jamur #keripik-jamur #basreng-jamur #stick-jamur #camilan-gurih #produk-mushi-light #jamur-tiram #camilan-pedas #penjualan-offline-online #n-a