Inovasi Ngekrez Food, Ciptakan Camilan Kulit Ayam yang Less Fat di SMEXPO 2025
Ngekrez Food dari Tangerang Selatan inovatif ciptakan camilan kulit ayam rendah lemak yang renyah, mendukung gaya hidup sehat dan berencana ekspansi global.
(Bisnis.Com) 29/11/25 15:45 54931
Bisnis.com, JAKARTA - Inovasi menjadi strategi utama Ngekrez Food dalam membangun bisnis camilan. Dengan menghadirkan kulit ayam rendah lemak yang tetap renyah, UMKM asal Tangerang Selatan ini mampu menarik konsumen baru, memanfaatkan tren gaya hidup sehat, dan memperkuat posisi mereka di pasar yang terus berkembang.
Ayu Febrina Damayanti, pemilik Ngekrez Food, mengatakan bahwa usahanya mulai berdiri pada 2021. Sejak awal, fokus bisnisnya memang berada di bidang kuliner. Dirinya memulainya dengan membuka mini resto yang menjual fried chicken.
Seiring waktu, Ayu melihat fenomena menarik dari pelanggannya. Banyak yang meminta remah atau kulit ayam dari fried chicken yang mereka beli. Permintaan inilah yang kemudian memunculkan ide baginya untuk menciptakan inovasi baru, yakni camilan keripik kulit ayam.
Namun, Ayu tak ingin hanya asal menjual keripik kulit ayam biasa. Dia ingin camilan ini dibuat dengan cara memasak yang berbeda, terutama agar lebih sehat. Dengan demikian, meski tetap enak, snack kulit ayam tersebut tetap dapat dimakan oleh siapa pun tanpa takut lemak berlebih.
"Kita ingin menghadirkan solusi bagi orang-orang yang mungkin ingin camilan enak, terjangkau, tetapi tetap less fat dan no oily vibes," ungkapnya.
Proses pengembangan produk terbilang panjang. Mulai dari mengurangi kadar lemak pada kulit ayam hingga menentukan formula proses spinner yang tepat. Hasil uji laboratorium menunjukkan lemaknya sekitar 47% lebih rendah dibanding produk pesaing, sehingga camilan ini tetap bisa dinikmati dengan konsep sehat tanpa rasa khawatir.
Selain itu, Ngekrez Food juga mengusung prinsip sustainable living. Minyak jelantah diolah kembali bekerja sama dengan RT dan pegiat lingkungan menjadi sabun dan lilin, sementara sisa produksi lain dimanfaatkan sebagai pakan magot melalui kerja sama dengan dinas lingkungan hidup. Dengan begitu, limbah menjadi bernilai dan tidak terbuang percuma.

"Dari sisi penjualan, sebagian besar masih dilakukan secara offline. Aku sudah menjalin kerja sama business matching dengan beberapa retail dan BUMN seperti KAI, serta toko oleh-oleh di berbagai kota seperti Pekanbaru, Bandung, Malang, dan Jogja. Untuk penjualan online, sebelumnya hanya ada satu varian, tetapi kemarin pada momen 11-11 aku meluncurkan empat varian baru," imbuhnya.
Sejauh ini, katanya, tantangan terbesar adalah menyampaikan storytelling dan branding agar orang memahami keunikan atau USP produknya. Awalnya, hal itu sulit untuk ditemukan. Namun, berkat ikut program mitra binaan Pertamina, dirinya akhirnya menyadari keistimewaan Ngekrez Food dan berhasil menarik perhatian banyak pelanggan.
Ayu pun optimistis bisnisnya akan terus berkembang. Dia menyebut saat ini kapasitas produksi telah mencapai sekitar 100 pcs per harinya, sementara fried chicken diproduksi sekitar 700 ekor per bulan.
Ke depan, Ngekrez Food berencana menargetkan ekspor dan go global. Fokus awal akan pada penjualan online untuk memperluas jangkauan nasional, dan dalam lima tahun ke depan, setelah pengurusan legalitas selesai, mereka berharap bisa menjangkau pasar internasional.
Selain itu, mereka juga berencana menghadirkan inovasi baru dan diversifikasi produk, tetapi tetap berbahan dasar ayam. Ngekrez Food merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.
#kulit-ayam-rendah-lemak #camilan-sehat #inovasi-ngekrez-food #camilan-kulit-ayam #less-fat-snack #umkm-tangerang-selatan #gaya-hidup-sehat #keripik-kulit-ayam #sustainable-living #minyak-jelantah #pen