Audit SETI temukan operasi manual hambat efisiensi energi industri
Program Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) menemukan industri nasional masih menghadapi hambatan efisiensi energi, terutama akibat ...
(Antara) 27/11/25 19:41 53016
Perusahaan membutuhkan rancangan teknis dan proyeksi penghematan yang lebih detail agar bisa mendapatkan dukungan pendanaan,
Jakarta (ANTARA) - Program Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) menemukan industri nasional masih menghadapi hambatan efisiensi energi, terutama akibat pengoperasian peralatan yang masih manual dan minimnya sistem kontrol otomatis di pabrik.
Peneliti Senior Spesialis Efisiensi Energi World Resources Institute (WRI) Indonesia Caesar Bayu Kusuma mengatakan, temuan audit energi di sejumlah pabrik menunjukkan kompresor, chiller, dan sistem uap belum beroperasi sesuai kebutuhan.
“Konsumsi energi lebih besar dari yang seharusnya, sementara sebagian besar potensi penghematan ada di sistem dasar, tetapi pengaturan tekanannya masih manual dan belum menyesuaikan kebutuhan produksi,” kata Caesar di Jakarta, Kamis.
Audit menemukan permasalahan teknis seperti kebocoran pada jaringan pipa energi, kualitas daya listrik yang belum stabil, serta efisiensi pembakaran boiler yang belum maksimal.
Menurut Caesar, masalah tersebut berpotensi meningkatkan biaya operasi dan mengganggu kelancaran proses produksi.
Selain persoalan teknis, ia menjelaskan sebagian pabrik terkendala pendanaan investasi efisiensi energi karena perhitungan penghematan yang belum memenuhi standar kelayakan pembiayaan.
“Perusahaan membutuhkan rancangan teknis dan proyeksi penghematan yang lebih detail agar bisa mendapatkan dukungan pendanaan,” ujarnya.
Sementara itu, hasil audit dan asesmen SETI pada sektor industri menunjukkan potensi penghematan energi yang signifikan jika rekomendasi efisiensi diterapkan, dengan potensi penghematan biaya Rp24 miliar per tahun.
Penerapan efisiensi energi, lanjut Caesar, juga menjadi semakin penting seiring berlakunya kewajiban manajemen energi bagi industri dengan konsumsi energi tinggi sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 8 Tahun 2025.
Ia kemudian menjelaskan bahwa SETI berencana meningkatkan kualitas audit energi menuju Investment Grade Audit (IGA) atau asesmen level 3 pada 2026, sehingga rekomendasi efisiensi dapat menjadi dasar keputusan investasi industri dan akses pembiayaan energi hijau.
“Kami ingin mendorong setiap peluang penghematan yang teridentifikasi benar-benar dapat diimplementasikan oleh industri," ungkapnya.
Program SETI adalah kemitraan Indonesia-Jerman yang berjalan hingga 2028 guna mempercepat penerapan efisiensi energi dan teknologi rendah karbon di industri serta bangunan gedung melalui kegiatan audit, peningkatan kapasitas, pendampingan teknis, dan dukungan penyusunan kebijakan.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025
#seti #sustainable-energy-transition-in-indonesia #industri #efisiensi-energi