Audit energi industri SETI ungkap peluang hemat Rp24 miliar setahun
Program Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) mencatat audit energi pada 13 pabrik di berbagai sektor berpotensi menghemat listrik hingga 49 juta ...
(Antara) 27/11/25 17:13 52747
Dari total konsumsi 854 juta kWh per tahun, peluang penghematannya mencapai 49 juta kWh. Ini dapat berdampak langsung pada biaya operasional serta pengurangan emisi,
Jakarta (ANTARA) - Program Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) mencatat audit energi pada 13 pabrik di berbagai sektor berpotensi menghemat listrik hingga 49 juta kWh per tahun atau setara efisiensi biaya sekitar Rp24 miliar.
Peneliti Senior Spesialis Efisiensi Energi World Resources Institute (WRI) Indonesia Caesar Bayu Kusuma menyampaikan hasil audit itu berasal dari lima pabrik yang sudah diaudit dan delapan pabrik yang menjalani asesmen teknis peningkatan efisiensi energi.
“Dari total konsumsi 854 juta kWh per tahun, peluang penghematannya mencapai 49 juta kWh. Ini dapat berdampak langsung pada biaya operasional serta pengurangan emisi,” katanya di acara Diskusi dan Paparan Hasil Audit Energi di Industri dan Konsumsi Energi Bangunan Gedung, Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, potensi efisiensi tersebut setara pemenuhan listrik bagi sekitar 42.000 rumah selama satu tahun dan mampu menekan emisi hingga 31.000-35.000 ton karbon dioksida (CO2) per tahun.
Audit energi menemukan peluang efisiensi terutama pada sistem kompresor, chiller, dan sistem uap yang masih dioperasikan secara manual atau memakai teknologi lama.
Menurut Caesar, rekomendasi yang dapat segera diterapkan industri mencakup otomasi kompresor, pemanfaatan panas buang, perbaikan kebocoran pipa, serta penggantian pemanas listrik ke heat pump yang lebih hemat energi.
“Efisiensi energi bukan hanya soal hemat, tapi juga meningkatkan keselamatan operasi dan kualitas lingkungan kerja,” ujarnya.
Peningkatan efisiensi energi di industri dinilai penting untuk mendukung daya saing manufaktur sekaligus kontribusi terhadap target Nationally Determined Contribution (NDC) dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Pemerintah telah menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca pada 2030 secara mandiri dan melalui dukungan internasional, dengan salah satu fokus pada bauran energi dan efisiensi di sektor manufaktur.
Program SETI merupakan inisiatif kerja sama bilateral Indonesia-Jerman hingga 2028 untuk mendorong penerapan efisiensi energi dan teknologi rendah karbon melalui audit, pelatihan, pendampingan teknis, dan dukungan kebijakan.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025
#seti #sustainable-energy-transition-in-indonesia-seti #audit-seti #rendah-karbon