Analis Beberkan Prospek BBCA dan BTPS usai Umumkan Pembagian Dividen Interim
Analis bicara mengenai prospek BBCA dan BTPS usai mengumumkan dividen interim.
(Bisnis.Com) 26/11/25 17:28 51308
Bisnis.com, JAKARTA – Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai prospek kinerja PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) masih memiliki peluang positif ke depan usai mengumumkan pembagian dividen interim 2025.
Nafan menyampaikan kinerja BBCA sepanjang tahun ini tetap solid, bahkan menunjukkan pertumbuhan yang kuat hingga akhir kuartal III/2025. Dia memperkirakan tren positif tersebut masih berlanjut pada kuartal IV/2025 didorong oleh kenaikan penyaluran kredit dan pendapatan bank.
“BCA juga termasuk rajin membagikan dividen pada para pelaku investor, termasuk dividen interim. Tentunya ini potensial. Bahkan di kuartal ke IV prospeknya juga masih menunjukkan kinerja yang progresif,” kata Nafan kepada Bisnis, Rabu (26/11/2025).
Untuk tahun depan, Nafan memproyeksikan bank milik Djarum Group itu masih mempertahankan pertumbuhan kredit, meski pertumbuhannya diprediksi masih single digit.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa prospek dividend yield BBCA tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Kendati dividend yield BBCA tak setinggi bank-bank BUMN, Nafan menilai bahwa stabilitas dan kualitas pertumbuhan kinerja membuat bank swasta terbesar di Indonesia ini tetap menjadi pilihan utama investor.
“Tentunya ini masih bisa mendapatkan kepercayaan dari investor. Yang penting BCA mempertahankan kualitas pertumbuhan kinerjanya,” ujarnya.
Sementara itu, Nafan menilai bahwa kuartal IV/2025 akan menjadi momen penting bagi BTPS. Menurutnya, jika kinerja BTPS mampu mencatat hasil impresif pada kuartal IV/2025, hal itu berpotensi mendorong kenaikan harga saham perseroan.
Masalahnya, lanjut Nafan, saat ini pergerakan saham BTPS masih berada dalam fase bearish consolidation sehingga membutuhkan sentimen baru.
“Paling tidak minimal di dividen interim pun juga mudah-mudahan bisa mem-boost pergerakan harga sahamnya. Walaupun sebenarnya saya masih belum melihat secara price action yang wait and see dulu, misalnya dalam menetapkan buy accommodation,” tuturnya.
Menurutnya, tahun depan BTPS perlu memperkuat penyaluran pembiayaan, meningkatkan pendapatan lainnya, serta menjaga kualitas aset. Jika ketiga hal itu tercapai, Nafan menilai bahwa pertumbuhan laba berpeluang berlanjut dan dapat menjadi katalis positif bagi sahamnya.
Untuk diketahui, BBCA dan BTPS telah mengumumkan pembagian dividen interim bank. BBCA akan melaksanakan pembagian dividen interim tunai sebesar Rp55,00 per saham untuk tahun buku 2025 (periode 1 Januari - 30 September 2025), sementara BTPS akan membagikan dividen interim sebesar Rp39,5 per saham untuk tahun buku 2025.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#bbca #btps #bbca-prospek #btps-prospek #dividen-interim-bbca #dividen-interim-btps #kinerja-bbca #kinerja-btps #pertumbuhan-kredit-bbca #dividend-yield-bbca #saham-btps #harga-saham-btps #pembagian-di