Wall Street Reli, Data Ekonomi Dorong Peluang Pemangkasan Bunga Desember

Wall Street Reli, Data Ekonomi Dorong Peluang Pemangkasan Bunga Desember

Wall Street menguat setelah data ekonomi memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada Desember, dengan probabilitas mencapai 84,7%.

(Bisnis.Com) 26/11/25 08:02 50491

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (25/11/2025) waktu setempat, setelah serangkaian data ekonomi memperkuat prospek bahwa Federal Reserve bakal mengeksekusi pemangkasan suku bunga ketiga pada Desember.

Melansir Reuters pada Rabu (26/11/2025) indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 569,39 poin atau 1,23% ke 47.017,66. S&P 500 menguat 48,51 poin atau 0,72% ke 6.753,63, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 93,49 poin atau 0,40% menjadi 22.964,28.

Dari 11 sektor utama S&P 500, kesehatan memimpin penguatan, sementara utilitas menjadi sektor dengan pelemahan terdalam.

Seluruh indeks acuan Wall Street bergerak semakin kuat sepanjang sesi perdagangan, dengan Dow memimpin. Namun, pelemahan saham Nvidia—pemimpin sektor kecerdasan buatan—membatasi penguatan Nasdaq.

Lonjakan rilis data ekonomi, yang sebagian dinilai kedaluwarsa karena penutupan pemerintahan AS yang berlangsung lama, mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dalam rapat FOMC Desember.

Departemen Perdagangan dan Departemen Tenaga Kerja AS merilis data penjualan ritel dan indeks harga produsen (PPI) untuk September, yang menunjukkan pelemahan belanja konsumen serta inflasi yang semakin mereda.

“Memang datanya untuk September dan kini sudah November, tetapi trennya menunjukkan inflasi tidak memburuk. Ini membuka peluang pemangkasan suku bunga pada Desember,” ujar Peter Cardillo, Chief Market Economist Spartan Capital Securities.

Data yang lebih baru dari Conference Board menunjukkan penurunan kepercayaan konsumen yang lebih dalam dari perkiraan, dengan ekspektasi jangka pendek anjlok hampir 12%.

“Menjelang musim liburan, ini bukan pertanda baik. Namun sekaligus memperkuat alasan perlunya penurunan suku bunga di Desember," tambah Cardillo.

Pelaku pasar mengamini sinyal tersebut. Probabilitas pemangkasan suku bunga pada Desember kini mencapai 84,7%, melonjak dari 50,1% sepekan sebelumnya.

Peluang itu semakin menguat setelah komentar bernada dovish dari Presiden Fed New York John Williams dan Gubernur Fed Christopher Waller.

Meski data penjualan ritel yang lebih lemah dari perkiraan dan turunnya kepercayaan konsumen memicu kekhawatiran atas ketahanan daya beli masyarakat—yang menyumbang sekitar 70% ekonomi AS—kinerja positif sejumlah peritel membantu mengangkat indeks ritel S&P 500 sebesar 2,2%.

Saham Kohl’s melonjak 34,6% dan Abercrombie & Fitch terbang 35% setelah kedua perusahaan menaikkan proyeksi laba tahunan. Sebaliknya, Burlington Stores merosot 11,5% karena pendapatan kuartal III meleset dari estimasi.

Sementara itu, saham Alphabet naik 1,3% setelah laporan The Information menyebut Meta Platforms tengah berdiskusi untuk menggunakan chip AI Google di pusat datanya mulai 2027, serta menyewa chip tersebut dari Google Cloud mulai tahun depan.

#wall-street-reli #data-ekonomi #pemangkasan-bunga #bursa-saham-amerika #indeks-dow-jones #s-amp-p-500 #nasdaq-composite #sektor-kesehatan #the-fed #suku-bunga-acuan #inflasi-mereda #kepercayaan-konsum

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251126/620/1931711/wall-street-reli-data-ekonomi-dorong-peluang-pemangkasan-bunga-desember