Ini Gelar Sarjana yang Tak 'Laris' di Pasar Kerja
Beberapa jurusan seperti antropologi dan seni rupa memiliki tingkat pengangguran tinggi. Fleksibilitas dan keterampilan lunak penting untuk sukses di pasar kerja.
(Bisnis.Com) 20/11/25 09:45 44160
Bisnis.com, JAKARTA - Di saat ini, mencari jurusan kuliah juga menjadi hal penting untuk menentukan karier di masa depan.
Jika menyangkut kesuksesan di pasar kerja, jurusan kuliah Anda bisa saja memberi dampak besar dan bisa menentukan besarnya gaji yang Anda terima dan kemungkinan Anda mendapat pekerjaan.
Bagi mahasiswa baru, pasar kerja saat ini mungkin sangat menantang, karena lulusan baru menghadapi tingkat pengangguran yang lebih tinggi dibandingkan dengan semua pekerja.
Selain itu, beberapa jurusan, seperti ilmu komputer dan ekonomi, secara historis mengarah pada karier bergaji tinggi, memiliki tingkat pengangguran tertinggi.
Menurut data dari Federal Reserve Bank of New York, berikut adalah jurusan-jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi:
• Antropologi: 9,4%
• Fisika: 7,8%
• Teknik Komputer: 7,5%
• Seni Komersial dan Desain Grafis: 7,2%
• Seni Rupa: 7%
Di sisi lain, jurusan kuliah dengan tingkat pengangguran terendah adalah jurusan Ilmu Gizi (0,4%) diikuti oleh jurusan Jasa Konstruksi (0,7%).
Jurusan Pendidikan Khusus, Teknik Sipil, dan Ilmu Hewan dan Tumbuhan semuanya memiliki tingkat pengangguran hanya 1%.
Mengapa Beberapa Jurusan Kurang Laris Sementara yang Lain Berkembang Pesat?
Menurut para ahli, jurusan teknik komputer mungkin menghadapi tingkat pengangguran yang relatif tinggi karena sektor ini mengurangi pengeluaran mulai tahun 2022.
Bagi jurusan seni liberal, tingkat pengangguran yang lebih tinggi dapat disebabkan oleh kurangnya keterampilan khusus dan terbatasnya permintaan di pasar tenaga kerja.
Jurusan dengan keahlian yang lebih terdefinisi mungkin bernasib lebih baik, karena keahlian mereka dapat lebih selaras dengan kebutuhan perusahaan.
Di sisi lain, industri seperti kesehatan dan teknik telah mengalami pertumbuhan yang kuat dan stabil serta peningkatan lapangan kerja selama beberapa tahun.
Jika jurusan kuliah Anda memiliki tingkat pengangguran yang tinggi, Anda mungkin perlu lebih fleksibel dalam mencari pekerjaan.
“Bagi lulusan dengan jurusan yang terkait dengan tingkat pengangguran yang lebih tinggi seperti antropologi, seni rupa, atau desain grafis, kuncinya adalah tetap fleksibel dan fokus pada pengembangan keterampilan yang dapat ditransfer,” kata Priya Rathod, editor tren tempat kerja di Indeed, dilansir Investopedia.
Fleksibel bisa dalam hal komunikasi, pemecahan masalah, manajemen proyek, atau layanan pelanggan. Keterampilan lunak ini seringkali menjadi kunci yang membantu lulusan baru menonjol dan tetap laku di berbagai industri.
Sementara itu, bagaimana jika belum punya pengalaman penuh waktu di bidang yang ingin Anda lamar? Tidak apa-apa. Lengkapi resume Anda dengan berbagai pengalaman paruh waktu dan pengalaman lainnya.
“Magang, pekerjaan paruh waktu, pekerjaan lepas, dan pengalaman sukarela adalah cara-cara berharga untuk mengembangkan resume dan memperluas jaringan Anda, terutama di bidang-bidang di mana peran tingkat pemula lebih terbatas atau siklus perekrutan berjalan lebih lambat,” kata Rathod.
Pada akhirnya, pandanglah pekerjaan pertama setelah lulus kuliah sebagai jalan ke depan, meskipun mungkin tidak sesuai dengan semua harapan Anda.
“Bagi semua lulusan perguruan tinggi, pekerjaan pertama setelah lulus kuliah tidak selalu merupakan ‘pekerjaan impian’, dan itu tidak masalah. Ingatlah, jurusan Anda adalah titik awal, bukan batasan. Pendekatan yang strategis dan fleksibel dapat membuka peluang di berbagai industri," kata Rathod.
#jurusan-kuliah #pasar-kerja #tingkat-pengangguran #jurusan-ilmu-komputer #jurusan-ekonomi #jurusan-antropologi #jurusan-fisika #jurusan-teknik-komputer #jurusan-seni-rupa #jurusan-desain-grafis #jurus