Kunjungi terminal BBM, Tenaga Ahli Menteri ESDM: Bagian dari Astacita
Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra mengatakan kunjungannya ke Integrated Terminal Surabaya, Jatim, merupakan bagian dari fokus ...
(Antara) 19/11/25 19:41 43781
ini menjadi bagian dari fokus Kementerian ESDM pada pilar Astacita nomor 2 yakni kemandirian energi
Jakarta (ANTARA) - Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra mengatakan kunjungannya ke Integrated Terminal Surabaya, Jatim, merupakan bagian dari fokus Kementerian ESDM khususnya dalam rangka pencapaian Astacita yakni kemandirian energi.
"Kunjungan ke IT Surabaya, yang merupakan terminal BBM terbesar kedua di Indonesia setelah Plumpang, Jakarta, ini menjadi bagian dari fokus Kementerian ESDM pada pilar Astacita nomor 2 yakni kemandirian energi," sebut Satya Hangga dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Menurut Hangga, panggilan akrabnya, Indonesia masih menghadapi skor Indonesia Energy Security Index sebesar 6,64/10, terutama dalam aspek availability, yang masih membutuhkan impor satu juta MBOPD minyak dan mengimpor 80 persen kebutuhan LPG, serta affordability yakni beban subsidi energi.
Hangga menggarisbawahi upaya peningkatan ketahanan stok dengan meningkatkan produksi minyak dan gas dalam negeri dan membangun tempat penyimpanan dan infrastruktur seperti revitalisasi jeti di Surabaya dan pembangunan kilang minyak modular untuk meningkatkan ketahanan stok dari 1-2 minggu menjadi 1-3 bulan, mencontoh negara-negara maju yang minim sumber daya alam (SDA) seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.
Kunjungan Hangga ke IT Surabaya pada Selasa (18/11/2025) ini juga untuk mengetahui kendala end-to-end migas mulai dari hulu, pengangkutan, midstream hingga hilir agar regulasi Kementerian ESDM dapat disesuaikan.
Hangga juga menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, yang diperkuat dengan Keppres No 1 Tahun 2025 tentang Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, yang mencakup 26 komoditas penting.
"Tugas dari pemerintah bagaimana bisa menciptakan nilai tambah di dalam negeri," tegas Hangga.
Ia pun merujuk pada pentingnya proyek seperti RDMP (revamp kilang) agar SDA mentah tidak diproses di luar negeri.
Kunjungan ini juga bertujuan untuk memetakan kebutuhan BBM dan LPG di Jawa Timur menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Dalam kegiatannya, Hangga didampingi Jefry Marshall, selaku Manager IT Surabaya dan Wahyu Nugroho, sebagai Superintendent SSGA IT Surabaya.
IT Surabaya, yang mencakup Terminal LPG Tanjung Perak dan Fuel Terminal Tanjung Perak, mendistribusikan hampir seluruh produk migas.
Terminal melayani wilayah operasional yang sangat kompleks, termasuk Madura dan konsolidasi menggunakan kapal tanker, serta menyalurkan avtur via pipa ke DPPU Juanda, Surabaya.
Pada kesempatan itu, Hangga juga mengatakan adanya lonjakan permintaan Pertamax yang menunjukkan keberhasilan program QR Code MyPertamina.
"Ini berarti menunjukkan subsidi itu tepat sasaran. Karena ada QR Code dari MyPertamina, jadinya yang cc (kapasitas) mesin tinggi tidak lagi menggunakan Pertalite, sekarang mereka ke Pertamax. Ini fenomena yang saya lihat positifnya," jelasnya.
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025
#terminal-bbm-surabaya #kemandirian-energi-astacita #kementerian-esdm