Bursa Asia Ditutup Menghijau Tersulut Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Bursa Asia Ditutup Menghijau Tersulut Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Bursa Asia berakhir menguat didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, meski ketegangan AS-China meningkat.

(Bisnis.Com) 15/10/25 15:25 4357

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Asia ditutup menguat pada perdagangan Rabu (15/10/2025) seiring dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix Jepang ditutup naik 1,58% ke level 3.183,64. Indeks S&P/ASX 200 Australia terpantau menguat 1,03% pada level 8.990,92. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan terpantau naik 2,68% ke level 3,657,28.

Selanjutnya, indeks komposit Shanghai China juga naik 1,22% ke level 3.912,21. Indeks Hang Seng Hong Kong tercatat menguat 1,93% pada level 25.932,69. Adapun, indeks Straits Times STI Singapura juga naik 0,47% pada level 4,375.19.

Pasar saham global melonjak tajam setelah aksi jual pada April akibat kenaikan tarif, didorong oleh ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan pascapemangkasan suku bunga The Fed pada September dan optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Namun, reli tersebut kini menghadapi tekanan baru seiring memanasnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan China. Kedua negara saling meningkatkan retorika dan memberi sinyal kemungkinan pembatasan baru terhadap teknologi strategis.

“Ketidakpastian makro tetap menjadi hambatan utama bagi aset berisiko. Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga dan kinerja laba yang solid, saya menilai potensi penurunan saham AS masih terbatas," ujar analis Pepperstone Group, Dilin Wu, dalam catatannya.

Ketua The Fed Jerome Powell mengindikasikan pada Selasa (14/10/2025) bahwa bank sentral AS berencana kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir bulan ini, meskipun penutupan pemerintahan federal telah membatasi akses data ekonomi.

Kontrak swap memperkirakan total pemangkasan sekitar 1,25 poin persentase hingga akhir tahun depan dari kisaran suku bunga saat ini 4%–4,25%.

Di Jepang, lelang obligasi pemerintah pertama sejak koalisi politik berkuasa runtuh mencatat permintaan yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata 12 bulan terakhir, karena imbal hasil yang meningkat menarik minat investor.

Di tengah ketidakpastian politik, para pemimpin partai oposisi utama di Jepang dijadwalkan bertemu pada Rabu (15/10/2025) untuk membahas kemungkinan menyatukan kebijakan dan menentukan calon perdana menteri mereka sendiri.

Sementara itu, bank sentral China menetapkan nilai tengah yuan di level 7,0995 per dolar AS — lebih kuat dari batas psikologis 7,1 per dolar. Ini merupakan kali pertama sejak November yuan ditetapkan lebih kuat dari level tersebut, setelah bertahan di atas 7,1 sejak akhir Agustus.

“Penetapan di bawah 7,10 mengirimkan pesan kuat tentang ketahanan,” ujar Fiona Lim, analis valas senior di Malayan Banking Bhd., Singapura. “Yuan yang kuat mencerminkan posisi China yang lebih percaya diri dalam menghadapi negosiasi atau eskalasi timbal balik.”

Di sisi lain, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer memperkirakan ketegangan dengan China terkait pengendalian ekspor akan mereda setelah pertemuan bilateral kedua negara. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan pandangan optimistis bahwa kesepakatan positif bisa tercapai.

“Kami memiliki hubungan yang cukup baik dengan China, dan saya pikir semuanya akan baik-baik saja. Kalau pun tidak, itu juga tidak masalah. Banyak pukulan telah terjadi, tapi kami berhasil mengatasinya dengan cukup baik.” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

#bursa-asia #suku-bunga-the-fed #indeks-topix-jepang #indeks-s-amp-p-asx-200-australia #indeks-kospi-korea-selatan #indeks-komposit-shanghai-china #indeks-hang-seng-hong-kong #indeks-straits-times-sing

https://market.bisnis.com/read/20251015/7/1920535/bursa-asia-ditutup-menghijau-tersulut-ekspektasi-pemangkasan-suku-bunga-the-fed