Air Hujan Disebut Mengandung Mikroplastik, Pemkot Surabaya Ungkap Dugaan Penyebabnya

Air Hujan Disebut Mengandung Mikroplastik, Pemkot Surabaya Ungkap Dugaan Penyebabnya

Air hujan di Surabaya mengandung mikroplastik akibat aktivitas urban seperti pembakaran sampah dan gesekan roda. Pemkot Surabaya mengurangi plastik sekali pakai.

(Bisnis.Com) 19/11/25 13:05 43221

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merespons temuan dari komunitas dan aktivis lingkungan mengenai guyuran air hujan di Kota Pahlawan yang telah terkontaminasi partikel mikroplastik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengungkapkan bahwa kota-kota metropolitan seperti Surabaya tidak dapat dipungkiri kandungan air serta udaranya mengandung mikroplastik. Hal itu, sebut Dedik, dapat disebabkan oleh berbagai macam aktivitas manusia yang dilakukan di kawasan urban.

"Surabaya ini kan kota metropolitan ya. Memang sulit dihindari kota metropolitan untuk lepas dari kandungan mikroplastik karena mikroplastik itu penyebabnya, salah satunya misalnya gesekan roda dengan aspal, kemudian adanya plastik-plastik yang dibakar oleh masyarakat," kata Dedik, Rabu (19/11/2025).

Dedik juga membeberkan, mikroplastik yang terkandung dalam air hujan tersebut dapat disebabkan oleh tumpukan plastik yang terurai setelah terkena hujan dan terik matahari. Lalu, benda tersebut terbawa angin dan terkondensasi di awan.

"Biasanya mikroplastik ini, kalau sudah di udara, terjebak di awan dan sebagainya. Setelah terjadi kondensasi, kemudian turun hujan. Itulah kemudian hujan itu ada kandungan mikroplastiknya," ucapnya.

Dedik juga menyebut, terdapat kemungkinan lainnya mengenai penyebab kandungan mikroplastik pada air hujan tersebut, yakni terjadi ketika banyak mikroplastik yang telah menyebar di udara. Kemudian, partikel tersebut terbawa oleh tetesan air hujan hingga kemudian berakhir di tanah.

Sebagai langkah preventif mengurangi dampak mikroplastik, Dedik menegaskan bahwa pihaknya telah mengendalikan penggunaan plastik pada masyarakat.

Pihaknya juga acapkali melakukan operasi yustisi terhadap warga yang melakukan pembakaran sampah di ruang terbuka, tanpa menggunakan teknologi dan tidak sesuai ketentuan.

"Bapak Wali Kota Surabaya ini sudah mengeluarkan salah satu aturan, yaitu di Perwali Nomor 16 Tahun 2022, itu sudah melarang penggunaan tas dari plastik sekali pakai karena ini juga sangat berpengaruh terhadap timbulnya mikroplastik di Surabaya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, komunitas dan aktivis lingkungan, di antaranya Jaringan Gen Z Jatim Tolak Plastik Sekali Pakai (Jejak), Komunitas Growgreen, River Warrior, dan Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) telah melakukan riset mengenai kandungan mikroplastik pada bulir-bulir hujan di Kota Surabaya.

Koordinator Penelitian Mikroplastik Kota Surabaya, Alaika Rahmatullah, menyatakan bahwa Kota Surabaya menduduki posisi 6 dari 18 kota di Tanah Air yang ditemukan terdapat kandungan partikel mikroplastik yang tersebar di udara. Kontaminasinya tercatat 12 partikel/90 cm2/2jam.

"Tingginya tingkat pencemaran mikroplastik dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Semisal di wilayah Pakis Gelora, Surabaya menunjukkan kadar mikroplastik yang tinggi karena terdapat aktivitas pembakaran sampah, dan lokasi yang berdekatan dengan pasar dan jalan raya," kata Alaika, Senin (17/11/2025).

Adapun riset tersebut dilakukan pihaknya pada 11-14 November 2025 di beberapa kawasan Kota Pahlawan seperti Dharmawangsa, Ketintang, Gunung Anyar, Wonokromo, HR Muhammad, Tanjung Perak, dan Pakis Gelora.

Metode penelitian yang ditempuh adalah dengan menempatkan wadah aluminium, stainless steel, dan wadah mangkok kaca dengan diameter 20-30 cm, yang diletakkan pada ketinggian lebih dari 1,5 meter selama 1 hingga 2 jam lamanya.

"Semua lokasi penelitian tercemar mikroplastik. Lokasi yang paling tercemar mikroplastik adalah daerah Pakis Gelora yakni sebanyak 356 partikel Mikroplastik (PM)/Liter, disusul dengan wilayah Tanjung Perak pada posisi kedua dengan 309PM/L," ujar Alaika.

#surabaya-mikroplastik #air-hujan-mikroplastik #penyebab-mikroplastik-surabaya #dampak-mikroplastik-surabaya #pemkot-surabaya-mikroplastik #lingkungan-surabaya-mikroplastik #plastik-sekali-pakai-suraba

https://surabaya.bisnis.com/read/20251119/531/1930035/air-hujan-disebut-mengandung-mikroplastik-pemkot-surabaya-ungkap-dugaan-penyebabnya