Target UNTR Jual Emas 220.000 Ons pada 2026
PT United Tractors Tbk. (UNTR) menargetkan penjualan emas 220.000 ons pada 2026 akibat kapasitas tailing storage penuh.
(Bisnis.Com) 19/11/25 08:56 42901
Bisnis.com, JAKARTA— PT United Tractors Tbk. (UNTR) menargetkan penjualan emas 220.000 ons dari dua entitas usahanya, yakni Tambang Martabe dan PT Sumbawa Juta Raya (SJR), pada 2026.
Berdasarkan catatan Bisnis, UNTR menargetkan penjualan emas 240.000 ons pada 2025. Oleh karena itu, proyeksi 2026 menurun dibandingkan dengan tahun ini.
Per September 2025, penjualan emas UNTR mencapai 178.000 ons, meningkat dibandingkan dengan 165.000 ons pada 9 bulan 2024.
Corporate Secretary UNTR Ari Setiyawan menyampaikan pada 2026, target penjualan emas perseroan berkisar 215.000-220.000 ons. Penjualan emas pada 2026 sedikit menurun karena existing fasilitas tailing storage facility (TSF) mendekati kapasitas penuh sehingga perlu penyesuaian penambangan.
Selain itu, fasilitas tailing management facility (TMF) dalam proses pembangunan dan diharapkan rampung pada 2027.
“Sekalipun target penjualan emas 2026 sedikit turun, tetapi diharapkan dapat dikompensasi kenaikan harga emas 2026 dibandingkan dengan 2025,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (18/11/2025).
Di sisi lain, sambung Ari, pihaknya masih mempelajari rencana bea ekspor emas yang dikenakan mulai 2026.
Pemerintah diketahui akan segera mengenakan pungutan bea keluar untuk ekspor empat produk emas pada 2026. Tarifnya berada di kisaran 7,5% hingga 15% dan diharapkan sudah menyumbang ke kas negara pada awal 2026.
Kementerian Keuangan memaparkan bahwa regulasi pengenaan bea keluar emas itu sudah tertuang dalam rancangan Peraturan Menteri Keuangan (RPMK) yang sudah dalam tahap finalisasi. Produk emas yang nantinya bakal dikenai tarif ekspor merupakan usulan dari Kementerian ESDM.
Analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan dalam risetnya menyampaikan kebijakan bea emas akan memicu emiten terkait untuk meningkatkan penjualan di dalam negeri. Indonesia merupakan importir neto emas, dengan defisit sekitar 10 ton—11 ton pada 9 bulan 2025.
“Penambang emas memiliki opsi untuk mengalihkan ekspor ke pembeli domestik karena harga lebih menguntungkan,” tulisnya dalam riset, Selasa (18/11).
Rencananya, bea keluar berlaku saat harga emas global berada di atas level US$3.200 per troy ounce. Tujuan kebijakan tersebut ialah meningkatkan penerimaan pajak, menyediakan pasokan emas domestik di tengah tingginya permintaan, dan mengurangi impor emas.
Oleh karena itu, kebijakan bea keluar emas akan menguntungkan bagi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), yang mayoritas bahan baku emasnya berasal dari impor. Menurut Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan, dengan asumsi 30% dari 40 ton penjualan emas ANTM pada 2026 berasal dari pasokan dalam negeri, tambahan laba Antam mencapai sekitar Rp1,4 triliun.
Dalam skenario terburuk, bea keluar akan mengikis kinerja eksportir emas seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), dan PT United Tractors Tbk. (UNTR). Pada 2026, rugi bersih MDKA dapat meningkat menjadi US$57 juta, sedangkan laba EMAS terkoreksi 37%, dan UNTR berkurang 15%.
Di sisi lain, keduanya menyoroti detail regulasi masih fleksibel dan implementasinya akan terasa pada 2026. Indo Premier masih cenderung bullish terhadap prospek emiten logam.
#emas-untr #penjualan-emas #target-penjualan-emas #tambang-martabe #sumbawa-juta-raya #penjualan-emas-2026 #harga-emas-2026 #bea-ekspor-emas #regulasi-bea-emas #pasar-emas-domestik #impor-emas-indonesi
https://market.bisnis.com/read/20251119/192/1929975/target-untr-jual-emas-220000-ons-pada-2026