Buyback Saham Himbara Potensi Redam Volatilitas Pasar dan Likuitidas Kuat

Buyback Saham Himbara Potensi Redam Volatilitas Pasar dan Likuitidas Kuat

Buyback saham oleh bank Himbara dinilai dapat meredam volatilitas pasar dan menunjukkan likuiditas kuat, meningkatkan kepercayaan investor.

(Bisnis.Com) 12/11/25 16:58 36651

Bisnis.com, JAKARTA — Aksi pembelian kembali (buyback) saham yang dilakukan oleh himpunan bank milik negara (himbara) dinilai bisa meredam volatilitas pasar dan menjadi sinyal likuiditas baik.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi H. Amro, menilai buyback saham yang dilakukan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), hingga PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menunjukkan kepercayaan diri manajemen terhadap fundamental perbankan nasional.

Dia menuturkan aksi buyback biasanya dilakukan ketika manajemen menilai valuasi saham berada di bawah nilai intrinsiknya. Hal itu menandakan bahwa Bank Mandiri, BNI, maupun BRI memiliki keyakinan kuat terhadap soliditas kinerjanya.

“Kami memandang positif langkah tersebut, karena buyback bisa membantu meredam volatilitas pasar yang sempat muncul belakangan ini dan memberi sinyal kuat bahwa bank-bank Himbara memiliki likuiditas yang sangat memadai,” kata Fauzi dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025).

Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini menyebut aksi buyback juga memiliki peran strategis dalam menjaga dan memperkuat kepercayaan publik. Selain itu, menunjukkan bentuk tanggung jawab manajemen terhadap kinerja sahamnya.

Fauzi mengakui bahwa beberapa sentimen negatif sempat muncul akibat dinamika kebijakan pemerintah, termasuk keterlambatan penyaluran dana Koperasi Merah Putih yang sempat menimbulkan persepsi keliru terhadap peran bank Himbara.

Namun, dia berpendapat bahwa program-program pemerintah tersebut bertujuan memperkuat industri keuangan nasional, bukan melemahkannya.

"Intinya, Komisi XI menghargai langkah manajemen Himbara yang proaktif. Aksi buyback ini bagian dari tata kelola korporasi yang baik untuk menstabilkan harga saham, meredam noise yang tidak produktif, serta menjaga kepercayaan investor,” katanya.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Selasa (21/10/2025), BMRI telah menyetujui program buyback senilai Rp1,17 triliun, sebagaimana diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Maret 2025.

Pelaksanaan buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di luar bursa dan diselesaikan paling lambat 12 bulan setelah RUPS.

Sementara, BBNI menaikkan alokasi buyback saham menjadi Rp1,5 triliun dari sebelumnya Rp905 miliar.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan langkah ini diambil untuk meredam tekanan jual di pasar saham dan menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perseroan.

Di sisi lain, BBRI juga akan melaksanakan buyback saham senilai Rp3 triliun, sesuai hasil RUPST pada 24 Maret 2025 di Menara BRILiaN, Jakarta Selatan.

Manajemen BRI menyebut, aksi ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan.

#buyback-saham #himbara-buyback #volatilitas-pasar #likuiditas-kuat #bank-mandiri-buyback #bni-buyback #bri-buyback #fundamental-perbankan #kepercayaan-investor #tata-kelola-korporasi #stabilkan-harga

https://finansial.bisnis.com/read/20251112/90/1928330/buyback-saham-himbara-potensi-redam-volatilitas-pasar-dan-likuitidas-kuat