Jawa Tengah Dorong Hilirisasi dan Modernisasi Industri Garam

Jawa Tengah Dorong Hilirisasi dan Modernisasi Industri Garam

Bank Indonesia Jawa Tengah mendukung hilirisasi garam dengan modernisasi produksi dan sertifikasi petani di Demak, Jepara, Rembang, dan Pati untuk meningkatkan kesejahteraan.

(Bisnis.Com) 12/11/25 10:11 35980

Bisnis.com, SEMARANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah mendorong hilirisasi sekaligus modernisasi industri garam rakyat.

Hal tersebut dilakukan salah satunya melalui peningkatan produktivitas serta bantuan sertifikasi yang diberikan kepada empat kelompok petani garam di Kabupaten Demak, Jepara, Rembang, dan Pati pada Selasa (11/11/2025).

"Bantuan ini sebenarnya dalam rangka kita menyejahterakan petani, para nelayan, maupun petambak garam yang ada di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan," ujar Rahmat Dwisaputra, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah.

Rahmat menjelaskan bahwa dukungan tersebut diharapkan dapat ikut memberikan efek domino bagi sektor industri makanan dan minuman di Jawa Tengah. Pasalnya, selama ini, sektor industri tersebut masih banyak menggantungkan bahan baku impor.

"Yaitu terigu maupun garam. Hari ini kami memberi bantuan tadi juga melakukan business matching kepada beberapa perusahaan besar produsen makanan dan minuman," lanjutnya.

Hambali, salah seorang perwakilan kelompok petani garam dari Desa Surodadi, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut.

Selama ini, petani garam hanya mengandalkan metode serta alat-alat tradisional untuk memproduksi garam krosok yang berkualitas rendah.

Garam krosok itu biasa dibeli para tengkulak langsung seharga Rp100.000/kuintal. Hambali menuturkan, jika diolah dengan lebih modern, garam-garam yang dihasilkan itu bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi. Selisihnya bahkan bisa mencapai 4 kali lipat dari harga garam krosok yang diproduksi.

"Jadi (kami) minta kepada pemerintah, bantuan geomembran untuk meningkatkan hasil produksi. Sekarang itu hasilnya luar biasa, garamnya bagus, hasilnya putih. Kalau tradisional itu kan satu minggu panen, sekarang hanya 3 sampai 4 hari sudah bisa dipanen," kata Hambali.

Hambali mengaku siap jika diajak untuk beralih menggunakan metode maupun alat produksi yang lebih modern. Syaratnya, pemerintah mesti turun tangan dan membantu petani-petani garam sepertinya.

"Kami membutuhkan bantuan alat untuk pengolah garam. Sampai sekarang di Jepara ini belum ada alat seperti itu. Yang punya pabrik-pabrik yang ada di Pati," ujar pria paruh baya tersebut.

#jawa-tengah #hilirisasi-garam #industri-garam #modernisasi-garam #petani-garam #kabupaten-demak #kabupaten-jepara #kabupaten-rembang #kabupaten-pati #sertifikasi-garam #industri-makanan #bahan-baku-im

https://semarang.bisnis.com/read/20251112/536/1928144/jawa-tengah-dorong-hilirisasi-dan-modernisasi-industri-garam