BEI Catat 13 Emiten Antre IPO, Mayoritas dari Sektor Finansial dan Industri
Bursa Efek Indonesia mencatat 13 perusahaan antre IPO, mayoritas dari sektor finansial dan industri, dengan aset bervariasi dari kecil hingga besar.
(Bisnis.Com) 07/11/25 19:15 31600
Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan terdapat 13 perusahaan berada dalam pipeline pencatatan saham (IPO).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan sampai 7 November 2025, telah tercatat 24 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan dana dihimpun Rp15,21 triliun.
“Hingga saat ini, terdapat 13 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” kata Nyoman, Jumat (7/11/2025).
Dia menjelaskan sebanyak dua perusahaan merupakan perusahaan aset skala kecil, dengan nilai aset di bawah Rp50 miliar.
Lalu enam perusahaan skala menengah dengan aset antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar. Sementara itu, lima perusahaan merupakan aset skala besar, dengan aset di atas Rp250 miliar.
Sementara itu, berdasarkan sektoralnya, dua perusahaan berasal dari sektor basic materials, satu perusahaan dari sektor consumer cyclicals, dan satu perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals.
Lalu empat perusahaan dari sektor finansial, dua perusahaan dari sektor industrials, dua perusahaan dari sektor teknologi, dan satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.
Sebelumnya, Nyoman menuturkan pada saat ini telah terdapat 24 perusahaan yang IPO dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terbaru, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk. (PJHB) resmi go public pada hari ini, Kamis (6/11/2025).
Nyoman juga mengatakan masih terdapat 13 perusahaan yang masuk ke dalam pipeline IPO Bursa. Di antaranya bahkan masuk ke dalam kategori lighthouse.
“Ada tiga lighthouse. Satu finance, yang kemudian kedua infrastruktur. Satu lagi mining,” kata Nyoman di Gedung BEI, Kamis (6/11/2025).
Adapun, Nyoman pun menjelaskan terkait dengan peluang adanya perusahaan BUMN yang masuk ke dalam pipeline IPO, terutama berkategori lighthouse.
“Terkait dengan BUMN, kami menjalin hubungan yang harmonis dengan pihak Kementerian BUMN sebelumnya, sekarang ke Danantara. Jadi harapan Bursa, ada lighthouse-lighthouse yang nanti berasal dari state-owned enterprise,” ujar Nyoman.
Dia menjelaskan bahwa kontribusi BUMN dalam IPO akan membantu pendalaman pasar modal Indonesia.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ipo-bei #emiten-antre-ipo #sektor-finansial-ipo #sektor-industri-ipo #perusahaan-go-public #pipeline-ipo-bei #perusahaan-skala-kecil #perusahaan-skala-menengah #perusahaan-skala-besar #sektor-basic-ma