Busana Muslim Indonesia Diminati 5 Negara, Kemendag Siapkan Strategi Ekspor Baru
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut busana Muslim atau modest fesyen Indonesia semakin diminati pasar internasional.
(Kompas.com) 06/11/25 18:59 30191
KOMPAS.com-Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut busana Muslim atau modest fesyen Indonesia semakin diminati pasar internasional.
Produk dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) itu menarik pembeli dari Inggris, Afrika Selatan, Meksiko, Malaysia, dan Singapura.
“Salah satu produk UMKM yang diminati melalui program ini adalah modest fesyen yang mendapatkan buyer dari beberapa negara, antara lain, Inggris, Afrika Selatan, Meksiko, Malaysia, dan Singapura,” kata Budi dalam pembukaan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Menurut Budi, setiap kali Kementerian Perdagangan menggelar business matching, modest fesyen selalu menjadi sektor yang paling diminati.
Ia menilai tren ini menunjukkan kekuatan desain dan kreativitas pelaku industri fesyen Muslim Indonesia di pasar global.
Laporan State of Global Islamic Economy 2025 menempatkan Indonesia di posisi pertama dunia dalam industri busana Muslim, melampaui Malaysia dan Turki.
“Pencapaian ini hasil sinergi dari berbagai pihak untuk membangun ekosistem modest fesyen,” ujar Budi.
Ia mengatakan tingkat kesadaran masyarakat terhadap modest fesyen terus meningkat, didorong banyaknya ajang peragaan busana dan dukungan media digital.
“Tingkat awareness terhadap modest fashion nasional juga terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya event fashion show, serta dukungan media digital yang memperluas jangkauan dan memperkuat citra modest fashion Indonesia secara global,” katanya.
Kemendag memperkuat dukungan terhadap pelaku modest fesyen melalui tiga langkah utama, yaitu menjaga pasar dalam negeri, memperluas ekspor, dan meningkatkan kapasitas UMKM ekspor.
Lewat program UMKM Bisa Ekspor, sepanjang Januari hingga Oktober 2025 tercatat 542 kegiatan business matching yang melibatkan 1.049 UMKM, dengan total transaksi mencapai 130,17 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp2,09 triliun (kurs Rp16.100 per dolar AS).
Budi berharap JMFW tidak sekadar menjadi ajang pameran dan promosi produk, tetapi juga wadah untuk memperkuat daya saing industri kreatif Indonesia.
“Saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, pihak swasta, untuk bersama-sama mendukung perkembangan industri modest fashion Indonesia agar menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional dan membawa nama Indonesia semakin bersinar di kancah internasional,” ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang