Tiga Peluang Investasi Pengembangan Kawasan BIJB Kertajati, Bakal Jadi Pusat Bisnis Baru!
Pemerintah Jabar tawarkan investasi di BIJB Kertajati: Aerospace Park, E-Commerce Hub, dan Mixed Use Commercial Area, jadi pusat bisnis baru.
(Bisnis.Com) 06/11/25 14:52 29799
Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat lewat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar terus mendorong pemerataan sebaran investasi ke sejumlah lokasi yang potensial.
Salah satunya yang terus menerus didorong dan ditawarkan adalah investasi pengembangan kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.
Kepala DPMPTSP Jabar Dedi Taufik mengatakan bahwa BIJB Kertajati tengah dikembangkan sebagai Aerocity.
“Salah satu proyek utamanya adalah Aerospace Park seluas 84,2 hektare yang diperuntukkan bagi industri perawatan pesawat (MRO). Dengan kapasitas menampung hingga 36 pesawat, proyek ini menjadi peluang besar bagi investor di sektor aviasi dengan nilai investasi Rp 2,63 triliun,” tuturnya beberapa waktu lalu.
Dedi menuturkan jika kawasan ini akan menjadi pusat perawatan, perbaikan, dan overhaul (MRO) pesawat terbang yang dirancang untuk melayani pesawat berbadan lebar (wide body) dan berbadan sempit (narrow body).
“Dengan luas area 84,2 hektare, kawasan ini direncanakan memiliki 10 hangar yang dapat menampung hingga 16 slot untuk pesawat berbadan lebar dan 20 slot untuk pesawat berbadan sempit,” tuturnya.
Kertajati Aerospace Park juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti kantor, kantin, masjid, dan taman tematik, menjadikannya pusat MRO terintegrasi yang strategis di kawasan Asia Tenggara.
Selain aerospace park, pihaknya juga menawarkan Kertajati E-Commerce Hub sebuah Pusat E-Commerce Indonesia yang akan menjadi pusat logistik penerbangan yang modern, dilengkapi dengan fasilitas pergudangan dan kantor yang terhubung langsung dengan akses bandara.
Dengan luas total 68,4 hektar, kawasan ini dirancang untuk melayani pergerakan logistik dengan kapasitas hingga 500.000 ton per tahun. Pihaknya menilai peluang ini ditawarkan seiring meningkatnya perdagangan digital mendorong kebutuhan pusat logistik modern.
“Proyek E-Commerce Hub seluas 68,4 hektare di sekitar BIJB Kertajati akan menjadi pusat distribusi dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun. Nilai investasi Rp 1,35 triliun membuka peluang bagi investor logistik, gudang pintar, dan e-commerce,” katanya.
Kawasan BIJB Kertajati juga tengah diarahkan untuk investasi Mixed Use Commercial Area (MUCA). Masih di kawasan BIJB, proyek MUCA akan mengembangkan area komersial seluas 22,5 hektar. Fasilitas yang dibangun meliputi hotel bintang 3 dan 5, pusat perbelanjaan, convention hall, serta terminal kereta bandara.
“Dengan nilai investasi Rp 1,54 triliun, proyek ini berpotensi menjadi pusat bisnis baru di Jawa Barat bagian timur. Terletak strategis di tengah area bandara, MUCA mencakup hotel bintang 3 dan 5, gedung parkir, convention hall, leisure mall, concourse, stasiun kereta, dan masjid, yang semuanya terhubung langsung dengan terminal bandara,” tuturnya.
Dedi Taufik memastikan kawasan ini menawarkan konsep unik yang belum ada pada area komersial lainnya dalam radius 150 km dari Bandara Kertajati, menjadikannya sebagai pusat bisnis, perdagangan, dan hiburan yang memiliki daya tarik besar bagi investor dan pengunjung.
Konten ini merupakan bagian pemberitaan dari program Jelajah Investasi Jabar 2025 serta mendukung event West Java Investment Summit (WJIS) 2025. Program jurnalistik Bisnis Indonesia Perwakilan Jawa Barat ini didukung oleh DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Diskominfo Jabar, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Migas Utama Jabar (MUJ) dan Eiger.
#investasi-bijb #kertajati-aerocity #aerospace-park #mro-pesawat #pusat-mro-asia-tenggara #kertajati-e-commerce-hub #pusat-logistik-modern #mixed-use-commercial-area #muca-kertajati #pusat-bisnis-jawa