Berdampak Baik ke Lingkungan & Ekonomi, Pengrajin Tenun Didorong Pakai Pewarna Alami
Pengrajin tenun didorong gunakan pewarna alami yang berdampak positif bagi lingkungan dan ekonomi, serta mengurangi impor pewarna sintetis.
(Bisnis.Com) 05/11/25 12:54 28253
Bisnis.com, JAKARTA – Pengrajin tenun lokal di wilayah Sumatra Utara didorong untuk memanfaatkan pewarna alami dalam proses pembuatan tenun songket Melayu.
Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) Hera F. Haryn menyampaikan penggunaan pewarna alami dalam proses pembuatan tenun songket Melayu dapat berdampak positif, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
“Dampak dari pewarnaan alam menurut saya bisa multi impact,” kata Hera dalam sambutannya dalam ‘Pembinaan Wastra Warna Alam Tenun Songket Melayu’ di Istana Maimoon, Medan, Sumatra Utara, Selasa (4/11/2025).
Hera menyebut bahwa pewarna alami sangat berbeda dengan pewarna sintetis. Menurutnya, pewarna alami lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pewarna sintetis, mengingat bahan-bahan yang digunakan berasal dari alam seperti kunyit, kulit batang mahoni, hingga beberapa tumbuhan genus Indigofera.
Selain itu, dia mengungkap bahwa pewarna sintetis yang didatangkan dari luar negeri cukup besar, meski dia tidak mengungkap secara pasti berapa nilai maupun volume impor pewarna sintetis.
Dia menilai jika Indonesia serius mengembangkan pewarna alami, maka impor pewarna sintetis dapat ditekan, yang berujung pada meningkatnya perekonomian nasional.
“Mudah-mudahan dengan tumbuhan asli Indonesia ini kita bisa berproduksi pelan-pelan dengan budaya yang kita miliki, peradaban yang tinggi yang pernah kita miliki, kita bisa produksi pelan-pelan,” ujarnya.
Untuk mencapai hal tersebut, perseroan melalui program Bakti BCA melakukan pelatihan kepada 32 pengrajin lokal di Sumatra Utara, didampingi para mentor yang telah teruji di bidangnya. Pelatihan berlangsung mulai 4 hingga 6 November 2025.
Sementara itu, Sultan Deli XIV Aria Mahmud Lamanjiji mengharapkan semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk memberikan dukungan nyata bagi keberlanjutan tenun dan songket Melayu di Tanah Deli.
“Wastra tidak hanya indah dipandang, tetapi juga alami, tidak merusak bumi, serta memberi makna bagi ekonomi kreatif berbasis budaya,” ujar Sultan Deli XIV.
#pewarna-alami #tenun-songket #dampak-lingkungan #ekonomi-lokal #pewarna-sintetis #ramah-lingkungan #pengrajin-tenun #sumatra-utara #pewarnaan-alam #impor-pewarna #ekonomi-nasional #pelatihan-pengrajin