Militer dan Gen Z Demo Besar-besaran di Madagaskar, Presiden Kabur ke Luar Negeri

Militer dan Gen Z Demo Besar-besaran di Madagaskar, Presiden Kabur ke Luar Negeri

Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina, melarikan diri ke luar negeri setelah militer membelot dan mendukung protes besar akibat krisis ekonomi dan korupsi.

(Bisnis.Com) 14/10/25 13:17 2691

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Madagaskar Andry Rajoelina dilaporkan melarikan diri dari negaranya setelah sebagian militer membelot dan bergabung dengan gelombang protes besar yang mengguncang ibu kota Antananarivo.

Pemimpin oposisi di parlemen, Siteny Randrianasoloniaiko, mengatakan Rajoelina meninggalkan Madagaskar setelah pasukan elit berbalik arah mendukung massa.

“Kami menghubungi staf kepresidenan dan mereka mengonfirmasi bahwa dia telah meninggalkan negara,” ujarnya dikutip dari Reuters, Selasa (14/10/2025).

Dia menambahkan, lokasi keberadaan Rajoelina belum diketahui.

Kantor kepresidenan belum memberikan komentar atas laporan tersebut. Namun, dalam pidato yang disiarkan melalui Facebook pada Senin malam (13/10/2025), Rajoelina menyatakan dirinya harus berpindah ke lokasi aman demi keselamatan pribadi. Ia tidak menyebutkan tempat persembunyiannya, tetapi menegaskan tidak akan membiarkan Madagaskar hancur.

Seorang sumber diplomatik menyebut Rajoelina menolak mengundurkan diri meski telah meninggalkan istana.

Terbang dengan Pesawat Militer Prancis

Sumber militer mengatakan Rajoelina meninggalkan Madagaskar, bekas koloni Prancis, dengan pesawat militer Prancis pada Minggu. Radio RFI melaporkan bahwa Rajoelina telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Saat dimintai tanggapan di Mesir usai menghadiri KTT gencatan senjata Gaza, Macron menyatakan belum dapat memastikan kabar bahwa Prancis membantu pelarian Rajoelina.

Dia menegaskan ketertiban konstitusional harus dijaga di Madagaskar, seraya menambahkan bahwa Prancis memahami keluhan generasi muda negara tersebut, namun tidak seharusnya dimanfaatkan oleh faksi militer.

Menurut sumber militer itu, pesawat angkut Casa milik Angkatan Darat Prancis mendarat di Bandara Sainte Marie pada Minggu, beberapa menit sebelum helikopter tiba dan menurunkan penumpang yang kemudian naik ke pesawat tersebut.

"Penumpang itu adalah Rajoelina,” ujarnya.

Akar Krisis

Gelombang aksi protes di Madagaskar dimulai pada 25 September akibat krisis air dan listrik, namun dengan cepat berkembang menjadi gerakan nasional menentang korupsi, pemerintahan buruk, serta minimnya layanan publik.

Aksi ini mencerminkan kemarahan serupa di berbagai negara, seperti Nepal—yang perdana menterinya mundur bulan lalu—dan Maroko.

Rajoelina semakin terisolasi setelah kehilangan dukungan dari pasukan elit CAPSAT, unit yang membantunya merebut kekuasaan lewat kudeta pada 2009.

Akhir pekan lalu, CAPSAT bergabung dengan pengunjuk rasa dan menolak menembak warga sipil. Mereka bahkan mengawal ribuan demonstran menuju alun-alun utama Ibu Kota Antananarivo dan mengumumkan pengambilalihan komando militer dengan menunjuk kepala staf baru.

Langkah itu membuat Rajoelina menuding adanya upaya kudeta pada Minggu lalu.

Sehari kemudian, sebagian pasukan paramiliter gendarmerie juga menyatakan dukungan terhadap gerakan protes dan menunjuk kepala baru dalam upacara resmi yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi pemerintah.

Sementara itu, Senat Madagaskar mengumumkan pemberhentian ketuanya yang menjadi sasaran kemarahan publik dan menunjuk Jean André Ndremanjary sebagai pengganti sementara. Berdasarkan konstitusi, ketua Senat berhak menjabat sebagai presiden interim apabila kursi presiden lowong hingga pemilihan baru digelar.

Pada Senin, ribuan warga kembali memadati alun-alun ibu kota sambil meneriakkan, “Presiden harus mundur sekarang!”

Seorang pekerja hotel berusia 22 tahun, Adrianarivony Fanomegantsoa, mengatakan kepada Reuters bahwa gajinya sebesar 300.000 ariary (sekitar US$67) per bulan hampir tidak cukup untuk makan.

“Selama 16 tahun, presiden dan pemerintah hanya memperkaya diri sendiri sementara rakyat tetap miskin. Kaum muda, Gen Z, yang paling menderita,” ujarnya.

PBB mencatat sedikitnya 22 orang tewas dalam bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat sejak 25 September. Madagaskar, negara berpenduduk sekitar 30 juta jiwa dengan usia median di bawah 20 tahun, masih bergulat dengan kemiskinan—tiga perempat populasinya hidup di bawah garis kemiskinan.

Bank Dunia mencatat, produk domestik bruto (PDB) per kapita negara itu merosot 45% sejak merdeka pada 1960 hingga 2020.

Sebelum kabur, Rajoelina sempat menandatangani surat grasi terhadap sejumlah narapidana, termasuk dua warga negara Prancis yang sebelumnya divonis bersalah atas upaya kudeta pada 2021.

#madagaskar-militer #gen-z-madagaskar #presiden-madagaskar-kabur #protes-madagaskar #krisis-madagaskar #kudeta-madagaskar #madagaskar-antananarivo #rajoelina-melarikan-diri #pasukan-elit-madagaskar #kr

https://kabar24.bisnis.com/read/20251014/19/1920121/militer-dan-gen-z-demo-besar-besaran-di-madagaskar-presiden-kabur-ke-luar-negeri