Reksa Dana Dolar AS Jadi Strategi Investor Kurangi Risiko
Investor beralih ke reksa dana dolar AS untuk mengurangi risiko akibat pelemahan rupiah dan volatilitas pasar, dengan dana kelolaan naik 13% hingga Juni 2026.
(Bisnis.Com) 01/07/26 21:35 265848
Bisnis.com, JAKARTA — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mendorong investor memperbesar diversifikasi portofolio ke instrumen berdenominasi dolar AS. Sepanjang tahun berjalan hingga pertengahan Juni 2026, dana kelolaan reksa dana dolar AS di industri tercatat meningkat sekitar US$388 juta atau 13%.
PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) menilai tren tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset berdenominasi dolar AS sebagai upaya mengurangi risiko pelemahan nilai tukar di tengah tingginya volatilitas pasar global.
Direktur Investasi Sucor AM Dimas Yusuf mengatakan pergerakan rupiah yang melemah sekitar 6% sejak akhir 2025 dipengaruhi kombinasi sentimen global maupun domestik, mulai dari sikap wait and see investor terhadap emerging market, arus keluar dana asing dari pasar keuangan Indonesia, hingga ekspektasi kebijakan bank sentral global.
"Dalam jangka panjang, investasi pada instrumen berdenominasi dolar AS tetap relevan karena dapat membantu investor meningkatkan diversifikasi portofolio dari sisi nilai tukar. Ketika salah satu mata uang mengalami tekanan, portofolio dolar AS berpotensi menjadi penyeimbang risiko," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, pilihan instrumen investasi dapat disesuaikan dengan profil risiko investor. Reksa dana pasar uang dolar AS dinilai lebih sesuai bagi investor konservatif karena menawarkan likuiditas yang tinggi, sedangkan investor dengan profil risiko lebih agresif dapat mempertimbangkan reksa dana campuran maupun saham global.
Sucor AM memperkirakan volatilitas pasar keuangan masih akan berlanjut sehingga strategi pengelolaan investasi akan difokuskan pada pengelolaan durasi, pemilihan aset dasar yang selektif, serta menjaga tingkat likuiditas portofolio.
Manajemen juga mengingatkan investor untuk tetap mencermati sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi pasar ke depan, antara lain arah kebijakan suku bunga domestik dan global, dinamika geopolitik, perkembangan indikator ekonomi, serta kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan stabilitas fiskal.
#reksa-dana-dolar #investasi-dolar-as #diversifikasi-portofolio #nilai-tukar-rupiah #pelemahan-rupiah #instrumen-berdenominasi-dolar #risiko-pasar-global #reksa-dana-pasar-uang #investor-konservatif #i