Daftar Komoditas Pemicu Inflasi Sumsel 2,89% pada Juni 2026
Inflasi Sumsel pada Juni 2026 mencapai 2,89% YoY, dipicu makanan, minuman, tembakau, dan transportasi.
(Bisnis.Com) 01/07/26 19:34 265509
Bisnis.com, PALEMBANG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Provinsi Sumatra Selatan pada Juni 2026 mencapai 2,89%, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Sumatra Selatan (Sumsel) Moh Wahyu Yulianto mengatakan kenaikan inflasi pada Juni 2026 dipicu oleh seluruh kelompok pengeluaran, dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,13%.
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang andil 0,89%, disusul kelompok transportasi sebesar 0,36%.
“Jika dilihat dari kelompok pengeluaran, memang seluruhnya mengalami inflasi secara YoY,” katanya, Rabu (1/7/2026).
Komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi tahunan diSumsel pada Juni 2026 antara lain emas perhiasan, bensin, bawang merah, cabai merah, dan minyak goreng.
Sementara itu, secara bulanan inflasi Sumsel tercatat sebesar0,36% month-to-month (mtm), lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 0,51% mtm.
Wahyu menuturkan angka inflasi bulanan tersebut juga berada di bawah angka nasional yang tercatat sebesar 0,44% mtm pada periode yang sama.
Kelompok pengeluaran yang paling memengaruhi inflasi bulanan adalah transportasi dengan andil 0,24%, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,12%.
Adapun komoditas yang dominan mendorong inflasi bulanan meliputi bensin, bawang putih, tomat, bawang merah, dan beras.
“Tapi secara umum, memang [inflasi] Sumsel relatif masih naik, pemicunya itu karena BBM, transportasi, dan ada peningkatan karena libur, persiapan dana untuk anak sekolah dan sebagainya,” jelasnya.
Wahyu menambahkan, dari empat kabupaten/kota yang menjadi cakupan penghitungan inflasi, Kabupaten Muara Enim mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 3,82%, sedangkan yang terendah terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir sebesar 2,68%.
Secara bulanan, inflasi tertinggi juga terjadi di Kabupaten Muara Enim sebesar 0,49% mtm, sedangkan yang terendah tercatat di Kota Palembang sebesar 0,30% mtm.
#inflasi-sumsel #inflasi-tahunan-sumsel #inflasi-bulanan-sumsel #komoditas-pemicu-inflasi #bps-sumatra-selatan #kelompok-pengeluaran #makanan-minuman-tembakau #perawatan-pribadi-jasa #transportasi-sums