Agrinas Respons Ancaman Mundur Massal Pengurus Kopdes di Blitar
Agrinas meminta pengurus Koperasi Merah Putih aktif mengelola usaha, menyusul ancaman pengunduran diri massal pengurus di Blitar.
(Kompas.com) 01/07/26 15:25 265166
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Agrinas Pangan Nusantara menegaskan pentingnya keterlibatan aktif pengurus dalam pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), di tengah ancaman pengunduran diri massal ratusan pengurus KDMP di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Agrinas menilai koperasi hanya akan menjalankan fungsi pemberdayaan jika pengurus berperan sebagai pengelola aktif, bukan sekadar menjalankan tugas administratif.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota mengatakan, transformasi koperasi membutuhkan partisipasi aktif anggota dan pengurus agar mampu melahirkan kepemimpinan yang tumbuh dari masyarakat.
"Transformasi dari persetujuan pasif ke aktif tidak terjadi dengan sendirinya,” kata Joao kepada Kompas.com, Rabu (1/7/2026).
“KDMP membutuhkan apa yang disebut intelektual organik, bukan intelektual akademis yang datang dari luar, melainkan mereka yang tumbuh dari dalam kelas itu sendiri, yang mengartikulasikan pengalaman, kepentingan, dan pandangan dunia kelasnya menjadi kesadaran yang terorganisir," ujar Joao.
Menurut dia, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berpotensi menjadi ruang lahirnya kader petani yang mampu mengelola usaha, memahami kebijakan, hingga memperjuangkan kepentingan anggotanya.
"KDKMP, bila dikelola dengan benar, dapat menjadi sekolah bagi lahirnya intelektual organik petani. Rapat anggota, pelatihan, pengelolaan unit usaha, dan musyawarah koperasi bukan sekadar prosedur administratif, melainkan arena pendidikan politik di mana kesadaran kelas dibentuk dan diuji," katanya.
Joao menegaskan, koperasi yang hanya menjadikan anggota sebagai penerima manfaat pasif akan kehilangan fungsi pemberdayaan.
"Koperasi yang mereduksi anggotanya menjadi penerima manfaat pasif memandulkan fungsi ini. Sebaliknya, koperasi yang menempatkan petani sebagai pengelola aktif, yang membuat mereka berpikir, berdebat, dan memutuskan, sedang menumbuhkan lapisan intelektual organik yang menjadi prasyarat bagi setiap proyek kontra-hegemoni," ucapnya.
Menurut dia, keberhasilan KDMP tidak diukur dari besarnya omzet, melainkan dari kemampuan koperasi membangun partisipasi aktif anggota dan memperkuat posisi petani dalam sistem ekonomi.
"KDKMP berdiri tepat di persimpangan ini. Ia dapat berhenti pada fungsi defensif sebagai jaring pengaman, atau melangkah lebih jauh menjadi ruang yang mentransformasikan ekonomi moral menjadi proyek ekonomi kolektif yang sadar diri dan mampu menantang hegemoni kapital," kata dia.
Joao mengingatkan, KDMP berisiko kehilangan tujuan awal jika hanya menjadi instrumen yang memperkuat hegemoni kapital dengan wajah kerakyatan.
“Keberhasilan sejati Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak terletak pada besarnya omzet, melainkan pada bentuk persetujuan yang dibangun, lahirnya intelektual organik dari rahim koperasi, serta kemampuan mentransformasikan kesadaran defensif menjadi kesadaran kelas yang terorganisir," tutur Joao.
Sebelumnya, ratusan pengurus Koperasi Desa Merah Putih yang tergabung dalam Forum KMP Kabupaten Blitar mengancam mengundurkan diri jika tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan usaha koperasi.
Mereka menilai pengambilalihan pengelolaan usaha oleh PT Agrinas Pangan Nusantara tanpa dasar hukum pelimpahan kewenangan membuat pengurus tetap menanggung tanggung jawab hukum apabila terjadi kesalahan pengelolaan atau kerugian koperasi.
Ketua Forum KMP Kabupaten Blitar Nefi Destiandri mengatakan, meski usaha KDMP dikelola PT Agrinas, tanggung jawab hukum tetap berada di tangan pengurus koperasi.
“Kalau misalnya nanti usaha yang dijalankan ini ada salah kelola, terjadi kerugian karena kelalaian, siapa yang dimintai pertanggung jawaban,” ujar Nefi dalam diskusi yang diikuti puluhan pengurus KDMP dan mahasiswa di Desa Minggirsari, Kabupaten Blitar, Selasa (30/6/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang