Emiten Peter Sondakh, Archi Indonesia (ARCI) makin Panas di Bisnis Geothermal
PT Archi Indonesia (ARCI) aktif dalam proyek geothermal di Sulawesi Utara, menargetkan PLTP berkapasitas 40 MW
(Bisnis.Com) 04/11/25 00:15 26256
Bisnis.com, JAKARTA — PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mulai berpartisipasi aktif dalam pengembangan energi panas bumi (geothermal) pada tahun ini melalui PT Toka Tindung Geothermal (TTG), perusahaan patungan antara perseroan dengan PT Hormat Geothermal Indonesia.
Investor Relation ARCI Fredric mengatakan proyek ini telah mengantongi izin panas bumi dan ditetapkan Pemerintah sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
"Proyek ini menandai diversifikasi portofolio energi hijau perseroan," ujarnya, Senin (3/11/2025).
Saat ini, perseroan melalui TTG menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan kapasitas terpasang sebesar 40 Megawatt (MW) di wilayah Toka Tindung, Sulawesi Utara.
Dalam tahap pengembangannya, proyek ini turut didukung oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melalui program Geothermal Resource Risk Mitigation (GREM) yang bekerja sama dengan World Bank.
Dia menilai langkah kolaboratif antara Ormat dan SMI dalam mendorong pembiayaan berbasis mitigasi risiko tersebut dapat mempercepat eksplorasi dan penguatan infrastruktur energi bersih di wilayah Toka Tindung.
Adapun ARCI berhasil membukukan laba bersih sebesar US$71 juta, berbalik dari rugi US$4 juta sepanjang sembilan bulan berjalan tahun ini dibandingkan dengan pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan asumsi kurs per 30 September 2025 sesuai laporan keuangan ARCI sebesar Rp16.666 per dolar AS, laba bersih perseroan per kuartal III/2025 itu setara dengan Rp1,17 triliun.
Peningkatan produksi dan penjualan emas dari tambang utama di Sulawesi Utara menjadi motor utama pertumbuhan kinerja Perseroan.
Hingga akhir Kuartal III/2025, ARCI mencatatkan total produksi emas sebesar 90.000 ons (koz), meningkat 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 73 koz.
Kinerja positif tersebut dinilai Frederic dipicu oleh stabilitas operasional di tambang utama Sulawesi Utara serta keberhasilan implementasi program efisiensi dan optimalisasi fasilitas pengolahan.
Momentum tersebut juga diperkuat oleh tren kenaikan harga emas dunia sepanjang tahun, yang berada pada level menguntungkan dan memberikan dorongan positif terhadap pendapatan serta margin usaha perseroan.
Perseroan berkomitmen untuk mencapai pertumbuhan produksi sebesar 25%, meningkatkan gold grade dan gold recovery, serta mengembangkan proyek underground dan fokus pada eksplorasi.
"Kami optimistis seluruh target tersebut dapat terealisasi hingga akhir tahun 2025. Terlebih, per Oktober 2025, volume produksi kami telah melampaui 100 koz, atau lebih tinggi dibandingkan total produksi sepanjang tahun 2024,” tambah Fredric.
Selain meningkatkan produksi, lanjutnya, perseroan juga akan mengembangkan potensi baru. Salah satunya melalui program undergroundmining yang sedang dikembangkan pada tahun ini.
#geothermal-indonesia #archi-indonesia #arci-geothermal #panas-bumi #proyek-strategis-nasional #pembangkit-listrik-panas-bumi #toka-tindung-geothermal #energi-hijau-indonesia #investasi-energi-bersih #n-a