Tak Ada Angin, Tak Ada Hujan: Militer AS Tiba-tiba Serang Iran
Militer AS menyerang Iran sebagai balasan atas serangan drone Iran di Selat Hormuz, meski sebelumnya ada kesepakatan damai. Kedua negara saling tuduh melanggar gencatan senjata.
(Bisnis.Com) 27/06/26 10:11 261412
Bisnis.com, JAKARTA - Militer AS dilaporkan tiba-tiba menyerang Iran. Padahal keduanya sempat menyatakan damai.
Menurut laporan RTE, serangan ini dilakukan sebagai tanggapan atas serangan pesawat tak berawak Iran terhadap sebuah kapal kargo di Selat Hormuz.
Laporan juga menyebut bahwa masing-masing negara saling menuduh melanggar ketentuan gencatan senjata yang disepakati pekan lalu.
Komando Pusat AS mengatakan pesawat-pesawat tersebut menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone serta situs radar pantai, dan seorang pejabat AS melaporkan operasi tersebut telah berakhir.
Di sisi lain, Iran mengatakan sebuah proyektil menghantam daerah sekitar dermaga di Sirik di Iran selatan, dan pasukan angkatan laut Iran menanggapi dengan menyerang target militer AS di wilayah tersebut.
Perkembangan Israel dan Lebanon
Di sisi lain, Israel dan Lebanon menandatangani perjanjian untuk mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran.
Kedua belah pihak menggambarkan kesepakatan itu sebagai langkah awal yang menyerukan agar Hizbullah melucuti senjata dan Israel menarik pasukannya dari Lebanon, tetapi tidak jelas bagaimana kesepakatan itu akan ditegakkan.
Yang jelas menurut laporan, Hezbollah mengatakan tidak akan bekerja sama.
Selain itu, Teheran juga dilaporkan telah menegaskan bahwa mereka akan mengendalikan Selat Hormuz dan memperingatkan negara-negara Teluk untuk tidak berpihak pada Washington.
#militer-as #serang-iran #serangan-pesawat #selat-hormuz #gencatan-senjata #komando-pusat-as #rudal-dan-drone #radar-pantai #angkatan-laut-iran #target-militer-as #israel-dan-lebanon #perjanjian-israel