Menhub: Stasiun Gambir Bakal Layani Perjalanan KRL

Menhub: Stasiun Gambir Bakal Layani Perjalanan KRL

Pemerintah akan menyulap Stasiun Gambir menjadi simpul transportasi modern, mengintegrasikan layanan KRL dan kereta api jarak jauh demi konektivitas yang lebih baik.

(Kompas.com) 27/06/26 10:03 261405

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan mengembangkan Stasiun Gambir menjadi simpul transportasi yang mengintegrasikan layanan kereta api jarak jauh dengan Kereta Rel Listrik (KRL).

Melalui proyek beautifikasi, Stasiun Gambir tidak hanya tampil lebih modern sebagai wajah baru layanan perkeretaapian nasional, tetapi juga berfungsi sebagai pusat konektivitas antarmoda yang memudahkan perpindahan penumpang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengatakan, beautifikasi Stasiun Gambir merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kereta api sekaligus memperluas fungsi stasiun tersebut.

KOMPAS.COM /KIKI SAFITRI Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi

"Pemerintah berharap kita bisa melakukan beautifikasi terhadap Stasiun Gambir. Nanti dengan wajah baru, Gambir akan menjadi semacam etalase atau wajah baru dari pelayanan kereta api kita, di mana Gambir yang selama ini melayani kereta jarak jauh juga akan melayani KRL," ujar Dudy di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, layanan KRL akan dikombinasikan dengan perjalanan kereta api jarak jauh untuk memperkuat konektivitas antarlayanan.

Meski jumlah perjalanan KRL yang akan dilayani masih dalam tahap pengkajian, pemerintah memastikan kedua layanan akan beroperasi di Stasiun Gambir.

"Yang dipastikan bahwa Gambir akan melayani kereta jarak jauh maupun KRL. Gambir nantinya melayani perjalanan jarak jauh dan jarak dekat," ujarnya.

Dudy menegaskan, pengoperasian KRL di Gambir tidak akan mengurangi peran Stasiun Manggarai sebagai hub transportasi.

Sebaliknya, kehadiran layanan KRL di Gambir ditujukan untuk memberikan alternatif konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat.

WIKIMEDIA COMMONS/DESTA231206 Ilustrasi KRL Commuter Line.

"Gambir itu untuk memberikan bagaimana kita melayani masyarakat dengan konektivitas. Jadi KRL berhenti, kemudian juga bisa dilayani oleh kereta jarak jauh. Jadi konektivitas yang ingin kita jadikan Gambir sebagai etalase konektivitas," jelasnya.

Ia menambahkan, proyek pengembangan juga akan mencakup penambahan jalur (track) guna mengakomodasi operasional kereta jarak jauh dan KRL secara bersamaan.

"Yang pasti ada penambahan jumlah track untuk menampung kereta jarak jauh dan juga KRL," ujar Dudy.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono mengatakan proses perencanaan beautifikasi Stasiun Gambir masih difinalisasi oleh PT KAI.

Pemerintah menargetkan proyek tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua tahun.

"Sekarang ini PT KAI sedang finalisasi perencanaannya, desainnya. Dan seperti disampaikan Direktur Utama KAI, targetnya dua tahun penyelesaiannya. Kita pastikan finalisasinya dilakukan," tegas Allan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#kereta-rel-listrik #kereta-jarak-jauh #stasiun-gambir #konektivitas-transportasi

https://money.kompas.com/read/2026/06/27/100300026/menhub--stasiun-gambir-bakal-layani-perjalanan-krl