Kronologi Tiga Calon Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Meninggal

Kronologi Tiga Calon Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Meninggal

Tiga calon manajer KDKMP meninggal saat latihan militer. TB Hasanuddin usul kurangi kegiatan militer, fokus pada pelatihan manajemen koperasi.

(Bisnis.Com) 25/06/26 15:36 259640

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta kegiatan militer bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dikurangi. Usulan ini buntut dari tiga calon peserta meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer.

Dia menjelaskan, perlu ada evaluasi menyeluruh khususnya dalam rangkaian tes kesehatan kepada masing-masing peserta.

"Saran saya, kegiatan kemiliterannya dikurangi saja ya gitu, dan utamakan untuk pelatihan manajemen koperasinya begitu ya," kata dia saat dihubungi, Kamis (25/6/2026).

Sebab dikabarkan bahwa peserta dinyatakan lulus tes kesehatan sebelum mengikuti rangkaian pelatihan. Hasanuddin menjelaskan, jika memang lulus tes kesehatan maka peristiwa tersebut tidak akan terjadi.

Menurutnya, pelatihan yang seharusnya menjadi fokus utama adalah manajemen perkoperasian karena para calon peserta disiapkan untuk menjadi manajer.

"Jadi kalau menurut hemat saya begini ya, beri pelatihan soal-soal pekerjaan yang akan diemban nanti. Kalau dia menjadi manajer, manajer ya sebuah koperasi ya itu yang paling utama. Titik," ucapnya.

Mengenai pelatihan fisik, hal ini harus mendapatkan atensi khusus di mana setiap peserta mendapatkan porsinya masing-masing sehingga menghindari adanya korban jiwa.

Meski demikian, dia menilai pelatihan tersebut masih memiliki relevansi untuk membentuk kedisiplinan para calon manajer. Namun, kedisiplinan yang ditanamkan harus berorientasi pada tugas dan tanggung jawab yang akan mereka emban nantinya sebagai pengelola koperasi maupun kampung nelayan, bukan semata-mata kedisiplinan dalam konteks kemiliteran.

Adapun tiga calon manajer yang wafat, yakni Anisa Muyassaroh yang sedang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Alami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026, sempat ditangani media dan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke.

Kedua, Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026. Taufiq sempat mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit. Meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung).

Ketiga, Novia Rahmadhani Sihotang yang berasal dari Program SPPI KNMP Tahun 2026. Dia mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Alami mengalami gangguan kesehatan pada 22 Juni 2026. Sempat dirujuk ke RSAU dr. Esnawan, rapi dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026 karena berkaitan Tuberkulosis (TB).

Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI, Rico Ricardo Sirait, mengatakan para peserta telah lulus tes kesehatan sebelum melaksanakan pelatihan.

"Perlu disampaikan bahwa sebelum mengikuti program, peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).

#calon-manajer-meninggal #pelatihan-militer-koperasi #tes-kesehatan-peserta #manajemen-koperasi #pelatihan-fisik-manajer #disiplin-calon-manajer #heat-stroke-peserta #cardiac-arrest-pelatihan #tuberkul

https://kabar24.bisnis.com/read/20260625/15/1983305/kronologi-tiga-calon-manajer-kopdes-kampung-nelayan-merah-putih-meninggal