IHSG Dibuka Naik ke ke 5.892, Ditopang Saham BBCA, BBRI dan TLKM Cs
IHSG dibuka naik 0,14% ke 5.892, didorong saham BBCA, BBRI, dan TLKM. Fokus pasar pada rupiah, arus dana asing, dan rilis Core PCE AS.
(Bisnis.Com) 25/06/26 09:10 259200
Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat dalam perdagangan Kamis (25/6/2026). Laju indeks komposit ditopang penguatan BBCA, BBRI, sampai TLKM.
Melansir IDX Mobile pukul 09.04 WIB, IHSG menguat 0,14% atau 8,14 poin ke 5.892,02. Sebanyak 272 saham dibuka menguat, 212 melemah dan 475 stagnan belum berubah.
Pasar mengawali sesi perdagangan hari ini dengan volume transaksi sebesar 1,29 miliar saham senilai Rp964,2 miliar.
Sejumlah saham big caps yang menjadi pendorong utama penguatan IHSG pagi ini antara lain adalah BBCA yang naik 0,84% ke Rp5.975, BBRI naik 0,36% ke Rp2.820, BMRI naik 0,50% ke Rp3.990, MORA menguat 1,11% ke Rp6.825, hingga TLKM yang dibuka naik 0,80% ke Rp2.520.
Pada penutupan Rabu (24/6), IHSG ditutup melemah 3,56% ke level 5.883,88. Tim riset Phintraco Sekuritas menjelaskan, koreksi tersebut disebabkan oleh kombinasi sentimen negatif dari peringatan MSCI, koreksi harga komoditas logam, serta penguatan dolar AS.
"Secara teknikal, IHSG breakdown level psikologis 6.000 diiringi dengan histogram positif MACD yang menipis serta indikator stochastic RSI yang mengalami Death Cross di overbought area," tulis analis, Kamis (25/6/2026).
Pada perdagangan hari ini, Kamis (25/6), IHSG diperkirakan berpeluang menguji level 5.750 pada perdagangan. Kabar baiknya, koreksi harga minyak berpotensi menjadi faktor positif karena mengurangi tekanan pada defisit APBN.
Sementara itu, tim riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, meskipun Indonesia tetap berstatus Emerging Market, MSCI memperpanjang masa evaluasi hingga November 2026 dan masih membuka peluang penurunan status ke Frontier Market apabila reformasi pasar tidak menunjukkan kemajuan yang memadai. Sentimen juga diperburuk oleh pelemahan Rupiah ke Rp17.950 per dolar AS.
Sementara itu, fokus pasar hari ini akan tertuju pada pergerakan rupiah, arus dana asing, serta rilis Core PCE AS yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
"Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 5.740–5.650, sementara 6.000–6.100 menjadi area resistance terdekat," ujar analis.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ihsg #ihsg-hari-ini #saham-bbca #saham-bbri #saham-tlkm #indeks-harga-saham #pasar-saham-indonesia #saham-big-caps #pergerakan-rupiah #arus-dana-asing #core-pce-as #kebijakan-suku-bunga-the-fed #msci