BI Rate 5,75%, Ciputra (CTRA) Ungkap Risiko Pasar Properti Melambat

BI Rate 5,75%, Ciputra (CTRA) Ungkap Risiko Pasar Properti Melambat

Ciputra Development (CTRA) memproyeksikan perlambatan pasar properti akibat kenaikan BI Rate 5,75% yang memicu kenaikan suku bunga KPR.

(Bisnis.Com) 24/06/26 15:13 258526

Bisnis.com, JAKARTA — PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) memproyeksikan laju pertumbuhan industri properti nasional berisiko mengalami perlambatan di tengah kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) yang saat ini di level 5,75%.

Direktur CTRA, Harun Hajadi menjelaskan pengetatan kebijakan moneter tersebut bakal memicu transmisi kenaikan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) di tingkat perbankan.

”Memang suku bunga acuan sudah naik, dan kita monitor terus. Jika bunga KPR ikut dinaikkan juga, pasti akan mengakibatkan negatif untuk industri properti,” kata Harun kepada Bisnis, Rabu (24/6/2026).

Harun menjelaskan bahwa indikasi penurunan grafik penjualan sebenarnya sudah mulai terjadi sejak tahun lalu. Namun, pihaknya melihat fenomena penyusutan pasar tersebut lebih disebabkan oleh faktor perputaran siklus bisnis tahunan.

Harun merinci, sektor real estat domestik sebelumnya telah menikmati siklus positif selama beberapa tahun berturut-turut. Periode lonjakan pasar tersebut terjadi secara berkesinambungan sepanjang tahun 2022, 2023, hingga akhir 2024.

“Sejak tahun lalu properti sudah melambat, menurut saya karena cycle. Properti pada 2022, 2023, 2024 sangat booming dan kelihatannya 2025 cycle melambat,” ujarnya.

Sementara mengacu pada laporan perseroan, CTRA tercatat membukukan marketing sales sebesar Rp2,4 triliun pada Kuartal I/2026. Posisinya mencapai 26% dari target yang ditetapkan.

Kendati demikian, capaian marketing sales tersebut tercatat menurun 23% secara tahunan (year-on-year/yoy). Di mana, pada periode yang sama pada periode sebelumnya CTRA membukukan marketing sales sebesar Rp3,1 triliun.

Berdasarkan jenis pembayarannya, capaian marketing sales tersebut masih didominasi oleh porsi KPR mencapai 72%, disusul pembayaran secara tunai 19% dan tunai bertahap sebesar 9%.

Seiring dengan tingginya portofolio pembayaran konsumen yang masih bergantung pada skema KPR, maka penjualan unit akan sangat sensitif terhadap laju pergerakan suku bunga.

“Meningkatnya proporsi KPR seiring dengan keterjangkauan KPR dan tingginya pembeli end user,” pungkas manajemen CTRA dalam Keterbukaan Informasi.

#bi-rate #ciputra-development #penjualan-ciputra #penjualan-properti #ctra #properti-nasional #suku-bunga-acuan #bunga-kpr #industri-properti #pasar-properti #penjualan-properti #marketing-sales #kpr-p

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260624/47/1982963/bi-rate-575-ciputra-ctra-ungkap-risiko-pasar-properti-melambat