Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham KLBF, MBMA & DEWA Masih Melaju
Indeks Bisnis-27 melemah 0,20% ke 414,77, namun saham KLBF, MBMA, dan DEWA tetap menguat. Investor menunggu pengumuman MSCI dan review S&P Global.
(Bisnis.Com) 23/06/26 16:37 257526
Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (23/6/2026). Meskipun begitu, sejumlah saham seperti KLBF, MBMA, hingga DEWA masih bergerak menguat hingga perdagangan sore hari.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ditutup melemah 0,20% ke level 414,77. Dari 27 konstituen, sebanyak 13 saham menguat, 13 melemah, dan 1 saham stagnan.
Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) yang naik 11,76% ke Rp760, diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang naik 5,94% ke Rp535, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 4,60% ke Rp364, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BUMI) naik 3,09% ke Rp167.
Selain itu, penguatan harga saham juga dialami oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang naik 2,13% ke Rp1.440, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) naik 1,60% ke Rp1.590, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 1,39% ke Rp2.910, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 1,20% ke Rp2.540.
Sebaliknya, pelemahan harga dialami oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang turun 4,15% ke Rp4.960, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) turun 3,50% ke Rp2.480, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 3,04% ke Rp1.115, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun 3,04% ke Rp2.870.
Begitu juga dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang turun 2,37% ke Rp4.120, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 1,72% ke Rp3.430, PT Indah Kiat Pulp & Papers Tbk. (INKP) turun 1,69% ke Rp7.275, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 1,61% ke Rp6.125.
Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak di level resistance 6.220 dan area support di level 6.000. Analis menilai saat ini investor cenderung menunggu pengumuman MSCI mengenai Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026 untuk memastikan apakah Indonesia masih di kelas Emerging Market. Investor juga menantikan hasil review S&P Global Standards terhadap peringkat Indonesia.
Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah MA5, namun masih di atas level MA10 dan MA20. Histogram MACD masih berada di area positif, namun Stochastic RSI melanjutkan pembalikan arah ke area pivot.
"Sehingga jika IHSG ditutup di bawah level 6.100, maka berpeluang akan menguji level psikologis di 6.000. Namun jika masih bertahan ditutup di atas level 6.100, diperkirakan konsolidasi IHSG masih akan berlanjut di kisaran 6.050-6.220," ujar analis.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#indeks-bisnis-27 #saham-klbf #saham-mbma #saham-dewa #saham-bumi #saham-amrt #saham-mika #saham-bbri #saham-tlkm #saham-inco #saham-ptba #saham-medc #saham-antm #saham-bmri #saham-bbni