Pupuk Indonesia: Sejumlah negara Asia bahas impor urea RI
PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan sejumlah negara mulai membahas impor pupuk urea dari Indonesia di tengah gejolak pada rantai pasok bahan pangan ...
(Antara) 22/06/26 17:09 256483
Kita sudah mulai dengan Australia, sedang berbicara dengan negara lain, dengan Bangladesh, dengan India, dengan beberapa negara di Asia dan Australia
Brisbane (ANTARA) - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan sejumlah negara mulai membahas impor pupuk urea dari Indonesia di tengah gejolak pada rantai pasok bahan pangan global.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan perusahaan saat ini tengah berdiskusi dengan sejumlah negara yang membutuhkan pasokan pupuk untuk mendukung sektor pertanian mereka.
"Kita sudah mulai dengan Australia, sedang berbicara dengan negara lain, dengan Bangladesh, dengan India, dengan beberapa negara di Asia dan Australia," ujar Rahmad setelah seremoni penyambutan ekspor 47.250 ton pupuk urea dari Indonesia ke Australia di Pelabuhan Brisbane, Australia, Senin.
Menurut dia, minat negara-negara tersebut muncul karena Indonesia memiliki kapasitas produksi pupuk yang melebihi kebutuhan domestik sehingga sebagian produksi memang dirancang untuk pasar ekspor.
Namun, Rahmad menegaskan ekspor pupuk dilakukan tetap dengan mengutamakan kebutuhan petani dalam negeri, sesuai kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
"Pada prinsipnya arahan dari Bapak Presiden adalah penuhi kebutuhan pupuk petani untuk dalam negeri kita. Kita memiliki kapasitas yang memang lebih besar dari kebutuhan petani kita. Surplus ini bukan karena krisis, kemudian kita ekspor. Tetapi memang desain struktural industri pupuk di Indonesia sebagian bersifat ekspor \'oriented\'," katanya.
Ia mengatakan Indonesia juga memiliki tanggung jawab untuk membantu menjaga stabilitas pasokan pupuk kawasan ketika produksi nasional berada dalam kondisi surplus.
"Arahan kedua dari Bapak Presiden adalah kalau gudang-gudang kita penuh dengan pupuk maka kita tidak boleh membiarkan sahabat-sahabat Indonesia kekurangan pupuk, kepada negara-negara lain yang memang membutuhkan pupuk," ujar Rahmad.
Menurut dia, Australia menjadi negara yang menerima pasokan melalui skema G to G dan kontrak jangka panjang yang memberikan kepastian pasokan di tengah gejolak pasar global. Hal itu juga sejalan dengan kondisi di Australia yang saat ini sudah memasuki musim tanam (planting season).
"Kebetulan Australia, planting season-nya ini sekarang, jadi kita layani untuk penuhi planting season-nya Australia. Nanti mungkin ke South Asia, yang mungkin planting season-nya akan datang kemudian. Kita sesuaikan saja," ujar dia.

Terkait kerja sama G to G dengan Australia, Rahmad menjelaskan hal tersebut juga memberikan keuntungan bagi Indonesia karena terikat dalam kontrak jangka panjang sehingga memberikan kepastian dalam pengiriman ekspor.
"Australia dari waktu ke waktu selalu menjadi pasar utama ekspor urea Indonesia. Tapi kapal ini spesial karena melalui G to G dan kontrak jangka panjang sehingga memberikan kepastian di tengah gejolak pasar yang penuh ketidakpastian," katanya.
Sebelumnya, sebanyak 47.250 ton pupuk urea dari Indonesia tiba di Pelabuhan Brisbane, Australia, Senin. Pengiriman tersebut merupakan bagian dari kesepakatan ekspor 250.000 ton pupuk antara Indonesia dan Australia.
Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
#pupuk-indonesia #ekspor-pupuk #australia #indonesia
https://www.antaranews.com/berita/5618132/pupuk-indonesia-sejumlah-negara-asia-bahas-impor-urea-ri