Krakatau Steel (KRAS) Masuk Fortune Southeast Asia 500, Daftar Raksasa Industri di ASEAN
Krakatau Steel kembali masuk Fortune Southeast Asia 500. Perseroan menilai capaian ini sejalan dengan transformasi KS Reborn.
(Kompas.com) 20/06/26 22:00 255367
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) kembali masuk daftar Fortune Southeast Asia 500.
Daftar tersebut memuat perusahaan-perusahaan besar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan.
Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan mengatakan, masuknya KRAS dalam daftar tersebut menjadi indikator kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional dan pembangunan industri Indonesia.
“Masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 merupakan tolak ukur prestisius yang menunjukkan kontribusi Krakatau Steel dalam memperkuat industri strategis nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan,” ujar Akbar lewat keterangan pers, Sabtu (20/6/2026).
“Pencapaian ini mencerminkan dampak ekonomi yang dihasilkan terhadap tenaga kerja, industri, dan pembangunan nasional,” paparnya.
Akbar mengatakan, capaian tersebut tidak diraih dengan mudah. Persaingan antarperusahaan di kawasan Asia Tenggara semakin ketat.
Pemeringkatan Fortune Southeast Asia 500 juga didasarkan pada pendapatan operasional perusahaan. Karena itu, daftar tersebut mencerminkan aktivitas bisnis dan kontribusi ekonomi perusahaan.
Meski begitu, Akbar menegaskan fokus utama Krakatau Steel bukan hanya mengejar kenaikan peringkat dalam berbagai pemeringkatan.
Perusahaan juga ingin memastikan transformasi berjalan konsisten dan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya berfokus pada pencapaian angka maupun posisi dalam suatu daftar. Yang lebih penting adalah terus memperkuat aspek-aspek fundamental perusahaan, mulai dari tata kelola, inovasi, efisiensi operasional, hingga kemampuan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.
Krakatau Steel menilai masuknya perseroan dalam Fortune Southeast Asia 500 menunjukkan transformasi perusahaan berjalan pada arah yang tepat.
Perusahaan telah menjalankan sejumlah perbaikan kinerja, penguatan tata kelola, peningkatan efisiensi, dan optimalisasi bisnis.
Langkah tersebut dinilai memberi dampak terhadap daya saing perusahaan.
Krakatau Steel berharap eksposur global dari Fortune Southeast Asia 500 dapat memperkuat narasi kontribusi industri baja nasional di tingkat regional dan global.
Perseroan juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan nasional melalui produk baja berkualitas.
Krakatau Steel juga berupaya memperkuat rantai pasok industri dalam negeri dan menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia.
KRAS merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang berdiri pada 31 Agustus 1970.
Selain menjalankan bisnis baja, Krakatau Steel Group mengembangkan kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, dan penyediaan energi melalui pembangkit listrik.
Krakatau Steel Group juga memiliki sejumlah ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang.
Saat ini, Krakatau Steel menjalankan transformasi melalui program KS Reborn.
Program tersebut berfokus pada penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur.
Transformasi itu diarahkan untuk membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#krakatau-steel #kras #fortune-500 #fortune-500-asia-tenggara