Menko AHY: Giant Sea Wall Pantura Akan Dikombinasikan dengan Mangrove

Menko AHY: Giant Sea Wall Pantura Akan Dikombinasikan dengan Mangrove

Giant Sea Wall Pantura Akan Dikombinasikan dengan Mangrove untuk Cegah Banjir dan Abrasi

(Kompas.com) 19/06/26 20:54 254894

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan mengombinasikan pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan penanaman hutan mangrove sebagai upaya mengatasi banjir rob, abrasi, dan dampak kenaikan muka air laut.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, mangrove akan menjadi bagian penting dari proyek giant sea wall karena dinilai efektif sebagai perlindungan alami kawasan pesisir.

"Kita sedang merancang membangun tanggul di laut selain tanggul pantai. Dan, kita mengombinasikan dengan mangrove karena ini merupakan solusi yang berbasis alamiah. Sebab mangrove itu juga sangat efektif untuk dikombinasikan," ujar AHY saat meresmikan gerakan Ayo Muliakan Sungai di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026), seperti dikutip dari Antara.

Menurut AHY, pembangunan giant sea wall menjadi kebutuhan mendesak mengingat wilayah Pantura Jawa menghadapi ancaman serius akibat kenaikan muka air laut dan penurunan permukaan tanah yang terjadi setiap tahun.

Ia menjelaskan, sejumlah wilayah di Pantura mengalami penurunan muka tanah sekitar 5 hingga 20 sentimeter per tahun. Kondisi tersebut dipicu oleh pengambilan air tanah secara masif oleh jutaan penduduk yang tinggal di kawasan pesisir.

Karena itu, pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang lebih dari 500 kilometer yang akan dikerjakan secara bertahap.

Atasi Banjir dari Hulu hingga Hilir

AHY menegaskan, permasalahan banjir tidak hanya berasal dari wilayah hulu, tetapi juga dari kawasan hilir yang berhadapan langsung dengan laut.

"Permasalahan banjir bukan hanya kiriman atau permasalahan di hulu tapi juga di hilir, ini yang kita perkuat melalui pendekatan infrastruktur keras," kata AHY.

Menurut dia, pembangunan tanggul laut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat perlindungan wilayah pesisir sekaligus mengurangi risiko bencana yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.

Sebelumnya, AHY menyampaikan pemerintah saat ini terus mematangkan desain pembangunan giant sea wall sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir nasional.

"Indonesia sedang mematangkan rencana pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir yang lebih luas, utamanya di wilayah Pantura Jawa. Langkah ini bukan sekadar menghadirkan perlindungan fisik, tetapi juga menjaga denyut nadi kehidupan masyarakat, melindungi mata pencaharian, serta memastikan keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi di kawasan pesisir," ujar AHY.

Ia menilai perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata bagi Indonesia. Ancaman banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kenaikan muka air laut, hingga penurunan muka tanah memerlukan langkah mitigasi yang terukur dan berkelanjutan.

Selain berfungsi sebagai perlindungan pesisir, proyek giant sea wall juga dinilai membuka peluang kerja sama internasional dalam berbagai bidang, mulai dari rekayasa pesisir, teknologi perlindungan pantai, pembangunan penghalang laut, sistem operasi dan pemeliharaan, hingga penelitian dan pengembangan bersama.

Pemerintah berharap kombinasi antara infrastruktur tanggul laut dan rehabilitasi mangrove dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan kawasan pesisir Pantura terhadap dampak perubahan iklim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#giant-sea-wall #tanggul-laut #ahy #tanggul-laut-raksasa #mangrove

https://money.kompas.com/read/2026/06/19/205406226/menko-ahy-giant-sea-wall-pantura-akan-dikombinasikan-dengan-mangrove