Libur Sekolah 2026, Penumpang Pesawat Domestik Naik Meski Harga Tiket Masih Tinggi

Libur Sekolah 2026, Penumpang Pesawat Domestik Naik Meski Harga Tiket Masih Tinggi

Jumlah penumpang penerbangan domestik pada musim liburan sekolah tahun ini meningkat sekitar 5 persen hingga 7 persen.

(Kompas.com) 19/06/26 18:45 254775

JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan penerbangan domestik selama periode libur sekolah 2026 masih menunjukkan pertumbuhan meski harga tiket pesawat dinilai masih menjadi faktor yang memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian.

Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto mengatakan, jumlah penumpang penerbangan domestik pada musim liburan sekolah tahun ini meningkat sekitar 5 persen hingga 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, pertumbuhan tersebut masih berada di bawah kenaikan permintaan penerbangan internasional yang mencapai sekitar 15 persen.

"Untuk internasional kenaikannya sekitar 15 persen, sedangkan domestik sekitar 5-7 persen," ujar Bayu kepada Kontan, Jumat (19/6/2026).

Menurut Bayu, peningkatan permintaan perjalanan turut mendorong kenaikan tingkat keterisian kursi (load factor) maskapai. Meski demikian, peningkatan load factor penerbangan internasional dinilai lebih signifikan dibandingkan penerbangan domestik.

Ia menilai, harga tiket pesawat masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk melakukan perjalanan di dalam negeri.

"Harga tiket saat ini ada pengaruh sedikit terhadap minat masyarakat untuk domestic flight," katanya.

Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Tentu Ikut Turun

Di tengah penurunan harga avtur, Bayu menilai ruang penurunan harga tiket pesawat domestik masih cukup terbatas pada sisa periode libur sekolah tahun ini.

Menurut dia, yang mengalami penyesuaian saat ini hanya komponen fuel surcharge, sementara tarif tiket pesawat masih mengacu pada Tarif Batas Atas (TBA) yang ditetapkan pemerintah sejak 2019.

"Yang turun fuel surcharge-nya, karena patokan harga tiket pesawat masih pakai Tarif Batas Atas (TBA) yang ditetapkan pada 2019," ungkap Bayu.

Karena itu, penurunan harga avtur belum otomatis membuat harga tiket pesawat turun secara signifikan.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga memangkas harga avtur sebesar 10 persen selama periode 1-30 Juni 2026 seiring penurunan harga energi di pasar global.

Pemerintah Bahas Revisi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Di sisi lain, pemerintah saat ini tengah mengkaji revisi Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat domestik yang berlaku saat ini.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pembahasan revisi TBA menjadi lebih komprehensif setelah adanya penurunan nilai tukar dollar AS dan harga minyak dunia.

"Dengan adanya penurunan nilai kurs kemudian ada penurunan harga minyak, itu membuat pembahasan TBA menjadi lebih komprehensif," kata Dudy, Rabu (17/6/2026).

Dudy menjelaskan, revisi TBA perlu dilakukan karena aturan yang menjadi dasar tarif penerbangan saat ini masih mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 20 Tahun 2019 dan belum pernah diperbarui sejak pertama kali ditetapkan.

Pemerintah berharap evaluasi tersebut dapat menghasilkan struktur tarif yang lebih sesuai dengan kondisi industri penerbangan dan kebutuhan masyarakat saat ini. (Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Penumpang Pesawat Naik Saat Libur Sekolah, Harga Tiket Jadi Sulit Turun

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#tiket-pesawat #avtur #inaca #libur-sekolah

https://money.kompas.com/read/2026/06/19/184547126/libur-sekolah-2026-penumpang-pesawat-domestik-naik-meski-harga-tiket-masih