PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Mengalir ke Dalam Negeri

PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Mengalir ke Dalam Negeri

PLN EPI selesaikan hot tap pipa WNTS-Pemping, alirkan gas Natuna ke Batam dan Sumatra, tingkatkan pasokan energi domestik, kurangi ketergantungan BBM.

(Bisnis.Com) 19/06/26 09:02 254165

Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyelesaikan pekerjaan hot tap pada proyek pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping.

Penyelesaian tahapan krusial tersebut membuka jalan bagi pengaliran gas bumi Natuna untuk kebutuhan domestik, setelah selama ini seluruh produksinya dimanfaatkan untuk pasar ekspor.

Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan hot tap menandai kesiapan proyek memasuki tahap akhir sebelum gas mulai dialirkan ke sistem kelistrikan nasional, khususnya di Batam dan Sumatra.

“Keberhasilan ini menunjukkan PLN EPI mampu menjalankan mandat dari Menteri ESDM untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping dalam rangka memastikan pasokan gas yang andal, efisien, dan berkelanjutan, khususnya untuk sistem kelistrikan di Sumatra dan Batam,” ujar Rakhmad melalui keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).

Dia menjelaskan, proses hot tap merupakan teknik penyambungan pipa baru ke jaringan pipa utama yang tetap beroperasi tanpa menghentikan aliran gas. Pada proyek ini, pekerjaan dilakukan pada jaringan yang mengalirkan gas sekitar 300 juta kaki kubik per hari dengan tekanan mencapai 1.096 psi di kedalaman laut 29 meter.

Rakhmad menyebut, pekerjaan tersebut berhasil dilakukan tanpa kebocoran, meski memiliki tingkat risiko teknis yang tinggi karena dilakukan pada pipa aktif di bawah laut.

Setelah penyelesaian hot tap, proyek akan memasuki tahap commissioning dan pengaliran gas tahap awal dengan volume sekitar 25 juta kaki kubik per hari untuk mendukung kebutuhan sistem kelistrikan Batam.

Masuknya gas Natuna diproyeksikan memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit listrik PLN di Sumatra dan Batam, terutama untuk PLTGU Tanjung Uncang berkapasitas 135,29 megawatt (MW) serta pembangkit milik PT Energi Listrik Batam (ELB) berkapasitas 109,4 MW.

PLN EPI juga telah menandatangani perjanjian jual beli gas dengan West Natuna Exploration Limited untuk pasokan hingga 111 juta kaki kubik gas per hari pada periode 2027–2037.

Menurut Rakhmad, pemanfaatan gas bumi akan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini digunakan untuk menopang kebutuhan listrik di wilayah tersebut.

“Selain pasokan gas dari WNEL, PLN EPI mengharapkan adanya pasokan gas tambahan untuk meningkatkan keandalan pasokan energi primer bagi pembangkit PLN dan PLN Batam. Selain lebih efisien dan bersumber dari dalam negeri, penggunaan gas juga lebih bersih dibandingkan BBM,” ujarnya.

Selain menopang sektor ketenagalistrikan, pembangunan pipa WNTS-Pemping juga dinilai strategis untuk memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan industri, logistik, dan investasi nasional.

Rakhmad menilai, ketersediaan pasokan gas yang andal dan efisien akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan sektor manufaktur hingga ekonomi digital yang membutuhkan pasokan energi berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan pihaknya tengah menyiapkan pasokan gas untuk mendukung proses commissioning tersebut.

“InsyaAllah minggu depan commissioning. Paralel saat ini tim SKK Migas sedang menyiapkan gas untuk commissioning-nya agar gas dari Natuna untuk pertama kalinya dapat mengalir ke Republik Indonesia, yang sudah ditunggu-tunggu sejak bertahun-tahun lamanya,” kata Djoko.

#pln-epi #hot-tap #gas-natuna #wnts-pemping #gas-bumi #sistem-kelistrikan #batam-sumatra #pasokan-gas #energi-primer #pln-listrik #pembangkit-listrik #gas-domestik #pipa-gas #gas-indonesia #gas-commiss

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260619/44/1981689/pln-epi-tuntaskan-hot-tap-wnts-pemping-gas-natuna-mengalir-ke-dalam-negeri