Erick Thohir: MotoGP Mandalika Bukan Sekadar Balapan, tapi Penggerak Baru Ekonomi

Erick Thohir: MotoGP Mandalika Bukan Sekadar Balapan, tapi Penggerak Baru Ekonomi

Erick mengatakan pemerintah saat ini tengah mempercepat pengembangan ekosistem sport tourism melalui berbagai deregulasi.

(Kompas.com) 18/06/26 19:33 253786

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika dilihat sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi nasional, bukan sekadar ajang balap motor internasional.

Menurut Erick, banyak negara saat ini berlomba mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah perubahan global, di mana sport tourism dan sport industry menjadi sektor yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan Indonesia.

Dia menambahkan pertumbuhan jumlah penonton, dampak ekonomi terhadap kawasan Mandalika, hingga lahirnya pembalap-pembalap muda Indonesia menjadi bukti bahwa MotoGP telah memberikan manfaat yang lebih luas dibanding sekadar penyelenggaraan event olahraga.

"Pertumbuhan penonton sudah terbukti, dampak ekonomi sudah terbukti, melahirkan talenta juga sudah terbukti. Insya Allah saya sebagai Menpora akan menjaga dan mendorong agar event ini terus dilaksanakan," kata Erick dalam Press Conference & Launching Ceremony Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Jakarta pada Kamis (18/6/2026).

Erick mengatakan pemerintah saat ini tengah mempercepat pengembangan ekosistem sport tourism melalui berbagai deregulasi.

Kementerian Pemuda dan Olahraga katanya, bahkan memangkas jumlah program dari 191 menjadi empat program utama, sekaligus menyederhanakan hampir 900 pasal regulasi guna mempermudah pengembangan industri olahraga.

Menurutnya, keberadaan MotoGP Mandalika menjadi bukti bahwa olahraga dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Selain menarik wisatawan dan investasi, ajang balap motor paling bergengsi di dunia itu juga dinilai berhasil menciptakan talenta olahraga baru yang mampu bersaing di level internasional.

"Kalau tidak ada infrastruktur dan event seperti ini, tidak mungkin lahir atlet-atlet yang mendunia. Talenta sudah lahir, sudah mulai berkembang, dan sekarang kita sama-sama membuka jalan bagaimana pertumbuhan ekonomi itu bisa terjadi," katanya.

Erick menilai Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan potensi MotoGP sebagai agenda strategis nasional.

Padahal, selain memiliki tingkat popularitas tinggi secara global, dampak ekonomi dan sosial dari penyelenggaraan MotoGP di Mandalika telah terbukti dalam beberapa tahun terakhir.

"Kalau kita lihat sport tourism itu angkanya sekarang kurang lebih 625 miliar dollar AS. Dan yang menarik, prediksinya pada tahun 2033 akan menjadi 2,7 triliun dollar AS. Ini opportunity," kata Erick.

Pada 2025 penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Kawasan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat, mencatat dampak ekonomi nasional sebesar Rp 4,96 triliun.

Adapun Indonesia kembali bersiap menjadi tuan rumah gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026.

Event balap motor paling bergengsi di dunia itu akan digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9-11 Oktober 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#motogp #mandalika #erick-thohir #balapan #ekonomi

https://money.kompas.com/read/2026/06/18/193339126/erick-thohir-motogp-mandalika-bukan-sekadar-balapan-tapi-penggerak-baru