Dirut Medikaloka Hermina Yulisar Khiat Borong 14,83 Juta Saham HEAL Rp21,92 Miliar
Dirut Medikaloka Hermina, Yulisar Khiat, membeli 14,83 juta saham HEAL senilai Rp21,92 miliar untuk investasi, meningkatkan kepemilikannya menjadi 6,20%.
(Bisnis.Com) 03/11/25 14:14 25376
Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) Yulisar Khiat tercatat menambah kepemilikannya atas saham HEAL sebanyak 14,83 juta lembar.
Berdasarkan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang dikutip Senin (3/11/2025), Yulisar memborong 14.835.800 saham HEAL pada 27 Oktober 2025.
"Tujuan dari transaksi tersebut adalah untuk investasi dengan status kepemilikan langsung," kata Yulisar dalam keterangannya, Rabu (29/10/2025).
Usai transaksi ini, kepemilikan saham Yulisar di HEAL bertambah menjadi 952,72 juta lembar atau setara 6,20% dari sebelumnya 937,88 juta lembar atau 6,11% hak suara.
Adapun, Yulisar memborong saham HEAL di harga Rp1.478 per lembar. Dengan demikian, pria yang baru menjabat sebagai Direktur Utama HEAL kurang dari sebulan itu merogoh kocek sekitar Rp21,92 miliar untuk aksi pembelian tersebut.
Sebelumnya, pada 23 Oktober 2025, Yulisar sempat melepas 177,84 juta saham HEAL. Setelah transaksi tersebut, kepemilikannya sempat turun menjadi 911,85 juta lembar atau 5,16% dari sebelumnya 1,09 miliar lembar atau 7,09% hak suara.
Di lantai Bursa, saham HEAL terpantau parkir di level Rp1.500 per lembar pada perdagangan hari ini, Senin (3/11/2025) hingga pukul 13.58 WIB. Sepanjang tahun berjalan saham emiten Kesehatan tersebut terkoreksi 3,54%.
HEAL Rombak Direksi dan Komisaris
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (23/10/2025), HEAL menyetujui perombakan jajaran direksi dan komisaris perseroan. Melalui rapat tersebut, Yulisar Khiat resmi diangkat menjadi Direktur Utama, menggantikan Hasmoro, yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama.
Perombakan ini juga menghadirkan sejumlah wajah baru di jajaran manajemen, antara lain Adia Susanti dan Heridadi yang kini menjabat sebagai direktur. Sebelumnya, posisi tersebut diisi oleh Binsar Parasian Simorangkir.
Yulisar Khiat sendiri telah bergabung dengan Medikaloka Hermina sejak 1983, dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama, Direktur Operasional dan Umum, serta Wakil Direktur Umum.
Adapun Adia Susanti telah bergabung dengan Hermina sejak 1998 dan pernah menjabat sebagai Direktur Regional Hermina Hospitals serta Wakil Direktur Pelayanan Medis RS Hermina Bekasi. Sementara itu, Heridadi, yang bergabung sejak 2018, memiliki latar belakang sebagai Kepala Pusat Kesehatan TNI dan Direktur Kesehatan TNI AD.
Di jajaran dewan komisaris, Hasmoro yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama kini menjabat sebagai Komisaris Utama, menggantikan Husen Sutakaria yang berpindah menjadi komisaris. Binsar Parasian Simorangkir kini menduduki posisi Wakil Komisaris Utama mendampingi Hasmoro.
Yulisar berharap restrukturisasi ini dapat memperkuat kolaborasi internal dan mendorong kinerja perusahaan.
“Keberlanjutan Hermina merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang selama ini telah bersama-sama membangun Hermina. Saya berharap ke depan kolaborasi ini dapat semakin solid,” ujar Yulisar, Kamis (23/10/2025).
#heal-saham #yulisar-khiat #medikaloka-hermina #saham-heal #investasi-saham #transaksi-saham #harga-saham-heal #direktur-utama-heal #perombakan-direksi-heal #rupslb-heal #komisaris-heal #kinerja-perusa