Ekonom: Kopdes perlu pencairan pinjaman cepat untuk lawan rentenir

Ekonom: Kopdes perlu pencairan pinjaman cepat untuk lawan rentenir

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menilai kecepatan pencairan pembiayaan menjadi salah satu faktor agar ...

(Antara) 18/06/26 16:40 253596

Kopdes harus mengungguli rentenir dalam kecepatan layanan, bukan hanya suku bunga

Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menilai kecepatan pencairan pembiayaan menjadi salah satu faktor agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir.

Rizal mengatakan Kopdes tidak cukup hanya menawarkan pinjaman berbunga rendah, tetapi juga harus mampu memberikan layanan yang cepat dan mudah diakses oleh masyarakat.

“Kopdes harus mengungguli rentenir dalam kecepatan layanan, bukan hanya suku bunga,” kata Rizal yang juga Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, masyarakat selama ini kerap memanfaatkan jasa rentenir karena kebutuhan yang mendesak dapat dipenuhi dengan cepat tanpa prosedur yang rumit.

Oleh karena itu, Rizal menilai desain pembiayaan yang diterapkan Kopdes perlu menyesuaikan kebutuhan masyarakat desa, terutama pelaku usaha mikro dan petani yang membutuhkan akses modal secara cepat.

“Pembiayaan ideal adalah tanpa birokrasi berbelit, pencairan maksimal 1x24 jam, angsuran mengikuti siklus usaha, serta terintegrasi dengan pendampingan dan akses pasar,” ujarnya.

Rizal menjelaskan ketergantungan terhadap rentenir dan tengkulak selama ini tidak hanya berkaitan dengan akses pembiayaan, tetapi juga faktor kemudahan layanan yang ditawarkan.

Selain menyediakan pinjaman, tengkulak kerap membantu pemasaran hasil produksi masyarakat sehingga memiliki hubungan yang kuat dengan pelaku usaha di tingkat desa.

Ia menilai Kopdes perlu dirancang sebagai ekosistem layanan ekonomi desa yang terintegrasi, bukan sekadar lembaga penyalur kredit.

Menurut dia, pembiayaan yang disalurkan juga perlu didukung dengan pelatihan usaha, digitalisasi, akses pasar, asuransi usaha, serta kemitraan dengan sektor swasta agar mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat.

Rizal mengingatkan bahwa kredit murah tanpa model bisnis yang produktif dan tata kelola yang profesional berpotensi menimbulkan moral hazard serta meningkatkan kredit bermasalah.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat membebani keuangan negara apabila pembiayaan yang disalurkan tidak diiringi dengan pengelolaan yang baik dan penguatan kapasitas usaha penerima manfaat.

“Tanpa model bisnis yang produktif dan tata kelola yang profesional, kredit murah justru berpotensi meningkatkan moral hazard dan kredit bermasalah sehingga membebani keuangan negara,” ujarnya.

Pemerintah menyiapkan Kopdes Merah Putih yang salah satu unit usahanya berupa lembaga keuangan ultramikro dengan skema pembiayaan berbunga rendah. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat agar tidak terjerat rentenir maupun pinjaman ilegal.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

#kopdes-merah-putih #kdmp #koperasi-merah-putih #rentenir-tengkulak

https://www.antaranews.com/berita/5613124/ekonom-kopdes-perlu-pencairan-pinjaman-cepat-untuk-lawan-rentenir