BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Perry Warjiyo: Pertumbuhan Ekonomi Nasional Masih Terjaga
Ke depan, pemerintah juga akan terus mengoptimalkan berbagai stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat permintaan domestik.
(Kompas.com) 18/06/26 17:01 253576
JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga meski bank sentral kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,75 persen.
Gubernur Bank IndonesiaPerry Warjiyo mengatakan, kenaikan BI Rate tidak mengubah prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih ditopang kuat oleh permintaan domestik, mulai dari konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, hingga investasi.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga didukung permintaan domestik," ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (18/6/2026).
BI pun mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 berada pada kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen.
Menurut Perry, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi. Hal itu didukung meningkatnya belanja pemerintah serta tingkat keyakinan konsumen yang tetap kuat.
Ia menjelaskan, konsumsi pemerintah tumbuh lebih tinggi seiring percepatan realisasi berbagai program prioritas, termasuk pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) serta penyaluran bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
Ke depan, pemerintah juga akan terus mengoptimalkan berbagai stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat permintaan domestik.
Di sisi investasi, aktivitas dunia usaha juga dinilai masih menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari Purchasing Managers\' Index (PMI) yang masih berada di zona ekspansi, terutama didorong pembangunan proyek-proyek pemerintah.
Sementara dari sektor eksternal, Perry menilai ekspor masih memiliki peluang untuk menopang pertumbuhan ekonomi, terutama dengan memanfaatkan tingginya harga sejumlah komoditas global meski prospek ekonomi dunia masih melambat.
"Kinerja ekspor perlu terus didorong agar dapat memanfaatkan tingginya harga komoditas dunia di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global," kata Perry.
Untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan, BI akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan, termasuk mempertahankan kebijakan makroprudensial yang akomodatif serta memperkuat sistem pembayaran guna mendukung ekonomi digital dan inklusi keuangan.
Dalam RDG Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kenaikan tersebut merupakan yang ketiga sepanjang semester I 2026, setelah sebelumnya suku bunga dinaikkan menjadi 5,25 persen pada Mei dan 5,50 persen pada awal Juni.
Selain BI Rate, suku bunga Deposit Facility juga dinaikkan menjadi 4,75 persen, sedangkan suku bunga Lending Facility menjadi 6,50 persen.
Menurut BI, langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen ±1 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#suku-bunga #bi-rate #pertumbuhan-ekonomi #perry-warjiyo #bank-indonesia #bi-rate-hari-ini #bi-rate-naik